ID EN

Wakatobi Beyond Seven Wonders: 7 Agenda Wisata Sultra 2026 untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:49

Penulis: Arif S

Wakatobi Wisata Sultra
Wakatobi salah satu dari tujuh pesona Wisata Sultra 2026.
Sumber: Pixabay

Deretan festival disiapkan untuk menyambut ribuan wisatawan ke Sulawesi Tenggara (Sultra), pada tahun 2026 mendatang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra tak ingin hanya menjadi penonton di kancah pariwisata nasional. Melalui strategi besar “Wakatobi Beyond Seven Wonders”, Pemprov menyiapkan tujuh agenda wisata utama untuk mendongkrak kunjungan ke Bumi Anoa.

Wakil Gubernur Sultra Hugua, sosok yang lama dikenal sebagai arsitek pariwisata Wakatobi, menyebut kebijakan ini adalah bagian dari strategi besar untuk menarik wisatawan sekaligus mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi beserta kawasan penyangganya.

“Pendekatan ini membagi wilayah Sultra ke dalam delapan zona pariwisata. Kawasan strategis pariwisata nasional dengan tujuh kawasan penyangga ini nantinya akan menggunakan pendekatan klaster,” ujar Hugua di Kendari, Selasa.

Dari Wakatobi hingga Buton

Tujuh agenda pariwisata tersebut, menurut Hugua, tidak hanya sekadar daftar acara tahunan. Setiap zona akan memiliki festival unggulan yang dijadwalkan berlangsung lima hingga tujuh hari setiap tahunnya, dengan rotasi teratur agar wisatawan memiliki alasan untuk kembali lagi setiap musim.

“Jadwal yang pasti ini bertujuan memberikan panduan jelas bagi wisatawan maupun pelaku usaha di seluruh kabupaten/kota, serta menghindari agenda yang tumpang tindih,” katanya.

Langkah ini diharapkan menjadikan Sultra sebagai destinasi unggulan baru Indonesia Timur, di mana setiap kabupaten memiliki peran dan daya tarik unik, dari pantai biru, gua purba, hingga ekowisata mangrove yang memesona.

Menuju Kalender Event Nusantara

Hugua juga berharap tujuh kegiatan utama ini nantinya bisa masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Saat ini, Sultra baru memiliki dua event yang sudah diakui secara nasional, Wakatobi Wave dan Festival Wowine.

"Konsistensi pelaksanaan tiap tahun akan menjadi kunci agar festival-festival tersebut bisa dikurasi oleh pemerintah pusat dan memperoleh pengakuan nasional, sehingga berpotensi mendapatkan dukungan dana APBN,” ungkapnya.

Sebagai pembuka tahun pariwisata baru, Pemprov Sultra akan memulai 2026 dengan **Seminar Internasional bertema “Sustainable Tourism” di Kota Kendari. 

Acara ini akan menjadi simbol dimulainya implementasi resmi kalender wisata daerah tersebut, semacam lonceng tanda kebangkitan pariwisata Sultra di panggung dunia.

Tujuh Pesona Wisata Sultra 2026

Berikut tujuh agenda pariwisata yang akan menjadi andalan Sulawesi Tenggara tahun depan:

1. Festival Buton

Berpusat di Keraton Baubau, festival ini merangkul empat wilayah meliputi Kota Baubau, Buton, Buton Tengah, dan Buton Selatan. 

Perayaan budaya Kesultanan Buton yang megah, dikombinasikan dengan tarian tradisional dan kuliner lokal, akan menjadi daya tarik utama.

2. Festival Liangkabori Muna

Menyusuri gua-gua purba Liangkabori di Muna dan Muna Barat, pengunjung akan menyaksikan lukisan cadas berusia ribuan tahun, jejak peradaban awal di Sulawesi.

3. Festival Rawa Aopa

Di jantung Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Konawe Selatan dan Bombana menghadirkan festival ekowisata yang menggabungkan konservasi alam dengan budaya lokal, melibatkan sebagian wilayah Kota Kendari.

4. Festival Pulau Padamarang

Diadakan di Kolaka, festival ini juga menjangkau destinasi Kolaka Utara seperti Pantai Tamborasi, sungai terpendek di dunia—dan Danau Biru yang memesona.

5. Festival Air Panas Wawolesea

Mempromosikan Konawe Utara dan Konawe, termasuk wisata bahari Labengki, festival ini menghadirkan keajaiban alam air panas yang berpadu dengan keindahan laut tropis.

6. Festival Teluk Kendari dan Pulau Wawonii

Pusat kegiatan wisata bahari di Kota Kendari dan Konawe Kepulauan, menampilkan lomba perahu tradisional, kuliner laut, dan pesta rakyat di tepi teluk.

7. Festival Mangrove Buton Utara

Festival ini menyoroti kawasan mangrove terluas di Asia Tenggara, dengan konsep wisata berkelanjutan dan edukatif, menegaskan komitmen Sultra terhadap pelestarian lingkungan.

Dari Lokal ke Global

Dengan pendekatan klaster dan integrasi lintas wilayah, tujuh festival ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia adalah peta baru pariwisata Sulawesi Tenggara, yang ingin menunjukkan bahwa Bumi Anoa punya lebih dari sekadar Wakatobi.

Dari tarian Buton hingga aroma laut Wawonii, dari gua purba Muna hingga hutan mangrove Buton Utara, 2026 akan menjadi tahun ketika Sultra tak hanya menjadi tujuan, tapi juga cerita perjalanan itu sendiri.(Antara)

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!