Festival Balon Udara Banyumas Tarik Wisatawan, Dongkrak Ekonomi Warga
Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Sumarwoto
Festival Balon Udara #4 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan warna baru bagi pariwisata Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, ajang ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu agenda wisata dengan target pengunjung dari berbagai daerah.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai penyelenggaraan festival memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata di wilayahnya. Menurutnya, konsistensi UMP dalam menghadirkan kegiatan dengan melibatkan masyarakat patut diapresiasi.
Saat menghadiri Festival Balon Udara di Lapangan Mas Mansoer Kampus 1 UMP, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Minggu pagi, Sadewo mengatakan kegiatan telah berkembang menjadi agenda wisata.
BACA JUGA
Waisak 2026 di Borobudur, 2.570 Lentera dan 570 Drone Hiasi Langit Malam
Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata Bangkit
Global Muslim Travel Index 2026: Jabar Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Paling Menjanjikan
"Ini sudah keempat kalinya dan jelas menarik wisatawan. Saya tadi tanya beberapa pengunjung, bukan hanya dari Banyumas, daerah sekitar juga datang. Festival balon ini saya minta diteruskan setiap tahun minimal satu kali dan menjadi agenda event tahunan," ujarnya.
Menurut Sadewo, Pemerintah Kabupaten Banyumas memberikan dukungan penuh, termasuk melalui kemudahan dalam proses perizinan. Dukungan itu diharapkan dapat mendorong penyelenggaraan festival menjadi semakin baik pada tahun-tahun mendatang.
Senada dengan hal itu, Rektor UMP Prof Jebul Suroso menjelaskan Festival Balon Udara merupakan bagian dari komitmen kampus untuk memberikan dampak sosial melalui penguatan sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Alhamdulillah hari ini balon udara mengudara untuk kali keempat. Inilah semangat kami agar kampus memiliki dampak sosial yang baik bagi masyarakat Banyumas. Kalau wisatawan datang, ekonomi juga akan menggeliat," katanya.
Festival tahun ini diikuti 31 balon udara dari komunitas balon udara Kabupaten Wonosobo. Kehadiran puluhan balon warna-warni menjadi daya tarik utama untuk mengundang wisatawan dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Jakarta.
Ramainya kunjungan wisatawan memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal. Sektor perhotelan, kuliner, pelaku UMKM, hingga berbagai destinasi wisata di Banyumas turut merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung selama festival berlangsung.
Jebul menambahkan konsep "kampus wisata" yang diusung UMP merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi. Melalui konsep itu, kegiatan akademik, hasil riset, pengabdian masyarakat, serta pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Banyumas karena memasukkan Festival Balon Udara ke dalam agenda resmi daerah sekaligus memfasilitasi berbagai proses perizinan. Selain itu, pengembangan infrastruktur seperti pelebaran jalan di depan Kampus 1 UMP diharapkan dapat semakin meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang.
Antusiasme pengunjung menjadi bukti festival ini memiliki daya tarik kuat. Salah seorang pengunjung asal Purwokerto, Umi, mengaku baru pertama kali menghadiri Festival Balon Udara dan merasa terhibur.
"Ini pertama kali saya datang. Sangat terhibur karena sedang masa liburan, jadi bisa menambah refreshing bersama keluarga," katanya.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!