Setelah seluruh pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 rampung, perhatian kini beralih ke babak 32 besar. Namun, selain persaingan menuju fase gugur, media internasional juga menyoroti bagaimana negara-negara unggulan menjawab ekspektasi yang mereka bawa sejak awal turnamen.
Argentina, Brasil, Portugal, dan Maroko menjadi empat contoh menarik. Keempatnya sama-sama berhasil melaju ke babak 32 besar, tetapi masing-masing menempuh perjalanan dengan cerita yang berbeda. Hasil fase grup pun menjadi gambaran awal apakah mereka mampu memenuhi harapan publik.
Bagi Argentina, ekspektasi terbesar adalah mempertahankan status sebagai juara bertahan. Lionel Messi memang tetap menjadi figur yang paling banyak disorot, tetapi kekuatan Albiceleste kini tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada sang kapten.
BACA JUGA
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Portugal Tersendat, Prancis, Argentina dan Inggris Langsung Tancap Gas
Banyak Jalan ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos, Siapa Tergelincir?
Piala Dunia 2026 Kejar Rekor Baru, dari Stadion Raksasa hingga Fenomena Sepatu Pink
Di bawah arahan Lionel Scaloni, Argentina tampil impresif dengan menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dan mengoleksi sembilan poin untuk menjadi juara Grup J. Organisasi permainan yang solid, keseimbangan antarlini, serta kedalaman skuad membuat Argentina semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kandidat terkuat mempertahankan gelar juara dunia.
Brasil membawa cerita yang berbeda. Sebagai pemilik lima gelar Piala Dunia, Selecao selalu dibebani target meraih trofi keenam. Tim Samba menutup fase grup sebagai juara Grup C dengan tujuh poin, unggul selisih gol atas Maroko yang mengoleksi poin sama. Meski tampil konsisten sepanjang fase grup, tekanan terhadap Brasil tidak pernah berkurang.
Publik sepak bola Negeri Samba baru akan menganggap perjalanan mereka berhasil apabila mampu mengakhiri turnamen dengan mengangkat trofi Piala Dunia keenam.
Portugal juga berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar meski harus puas finis sebagai runner-up Grup K. Hasil imbang tanpa gol melawan Kolombia pada pertandingan terakhir membuat Portugal mengakhiri fase grup dengan lima poin, tertinggal dua angka dari Kolombia yang menjadi juara grup.
Sorotan terhadap Cristiano Ronaldo tetap besar. Namun, setelah Portugal memastikan tempat di fase gugur, pembahasan media tidak lagi hanya berkisar pada performa individu sang kapten, melainkan juga pada peluang Portugal mewujudkan ambisi meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka.
Sementara itu, Maroko kembali membuktikan bahwa pencapaian mereka di Piala Dunia 2022 bukan sekadar kejutan sesaat. Atlas Lions menutup fase grup sebagai runner-up Grup C dengan tujuh poin, hanya kalah selisih gol dari Brasil.
Organisasi permainan yang disiplin, pertahanan yang kokoh, serta mental bertanding yang semakin matang membuat Maroko kembali dipandang sebagai salah satu tim yang berpotensi menjadi ancaman serius di fase gugur. Status mereka kini telah bergeser dari sekadar kuda hitam menjadi tim yang layak diperhitungkan di level tertinggi sepak bola dunia.
Keempat negara ini memang mengusung misi yang berbeda. Argentina berusaha mempertahankan mahkotanya sebagai juara dunia, Brasil mengejar gelar keenam, Portugal memburu trofi Piala Dunia pertama, sementara Maroko ingin terus membuktikan bahwa kebangkitan mereka merupakan hasil dari perkembangan sepak bola yang berkelanjutan.
Fase grup telah memberikan gambaran awal mengenai kemampuan masing-masing tim dalam menjawab ekspektasi publik. Namun tantangan sesungguhnya baru dimulai. Memasuki babak 32 besar, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Setiap pertandingan akan menjadi penentu apakah mereka mampu mengubah status sebagai favorit menjadi perjalanan menuju trofi Piala Dunia 2026.
Uraian mengenai bagaimana Argentina, Brasil, Portugal, dan Maroko menjawab ekspektasi setelah fase grup Piala Dunia 2026 ini menjadi bahasan dalam Podcast ITSMe bersama pengamat sepak bola Ronny Pangemanan dan Erwin Fitriansyah. Podcast yang dipandu Gilang Respaty dan Yatna tersebut direkam di Studio ITSMe, Sentul, Bogor.










