ID EN

Lomba Dayung HUT Jakarta Promosikan BKT Sebagai Destinasi Wisata Air

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:30

Penulis: Arif S

Lomba dayung di Banjir Kanal Timur
Lomba dayung di Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur.
Sumber: Antara/Siti Nurhaliza

Banjir Kanal Timur (BKT) di Jakarta Timur tak hanya berfungsi mengendalikan banjir, tetapi juga layak dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis olahraga air. Lomba dayung yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta menjadi sarana memperkenalkan BKT sebagai tempat rekreasi menarik dan mudah diakses.

Ratusan pelajar yang tergabung dalam Siswa Pecinta Alam (Sispala) dari berbagai sekolah di Jakarta ambil bagian dalam perlombaan di kawasan BKT, Duren Sawit. 

Selain menghadirkan suasana kompetitif, kegiatan ini juga membawa pesan pelestarian lingkungan sekaligus menghidupkan ruang terbuka di ibu kota. 

Kegiatan ini berlangsung hingga Minggu, 28 Juni 2026. 

"Sebanyak 262 pelajar mengikuti acara ini. Kami berharap ini akan menjadi agenda rutin tahunan dan menjadi kemeriahan di HUT Jakarta, sehingga masyarakat akan mengingat, "wah di HUT Jakarta ada lomba dayung," ujar Asisten Ekonomi Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Timur Fauzi.

Menurut Fauzi, perlombaan ini bukan sekadar ajang adu kemampuan mendayung tetapi juga edukasi mengenai pentingnya melestarikan kawasan perairan agar tetap bersih dan nyaman.

"Ini tidak hanya sosialisasi kepada masyarakat tentang olahraga air, tapi juga ada pesan bahwa kita semua harus mencintai alam ini, menjaga keasrian alam dan air," kata Fauzi.

Untuk menjamin keamanan, panitia bersama berbagai instansi terkait menyiagakan tim penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta petugas Pemadam Kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat maupun gangguan kesehatan selama perlombaan berlangsung.

Fauzi menilai, semakin banyak kegiatan di kawasan BKT akan membantu memperkenalkan Kawasan tersebut kepada masyarakat luas. Dengan fasilitas dan akses yang mudah, BKT memiliki peluang besar berkembang menjadi destinasi wisata gratis, baik untuk olahraga maupun rekreasi keluarga.

Antusiasme peserta menjadi salah satu indikator positif. Ketua Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (Fasta), Adjie Rimbawan, mengungkapkan jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

"Sebetulnya, antusiasmenya sangat tinggi, kalau saja kami tidak tutup, jumlahnya bisa mencapai 300," ungkap Adjie.

Untuk mengakomodasi tingginya minat peserta, panitia menambah nomor perlombaan. Selain kano, kayak, dan arung jeram, tahun ini juga diperkenalkan kategori stand up paddle (SUP), yaitu olahraga mendayung sambil berdiri di atas papan. 

Adjie meyakini BKT memiliki prospek sebagai kawasan wisata olahraga air yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!