ID EN

Piala Dunia 2026: Brasil Tertekan, Meksiko vs Korea Selatan, Maroko Ditantang Skotlandia

Kamis, 18 Juni 2026 | 19:01

Penulis: Rojes Saragih

Piala Dunia 2026 memasuki fase krusial penyisihan grup. Sejumlah tim unggulan kembali bertanding untuk menentukan arah perjalanan mereka menuju babak gugur. Sorotan tertuju pada duel Meksiko melawan Korea Selatan, Skotlandia kontra Maroko, serta Brasil yang menghadapi Haiti.

Tiga pertandingan ini menjadi pembahasan utama dalam Podcast Itsme yang dipandu Gilang Respaty dan Yatna dari Studio ITSMe, Sentul, Bogor. Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan dan Erwin Fitriansyah menilai tim-tim besar tidak boleh terlena meski di atas kertas memiliki kualitas lebih baik dibanding lawan-lawannya.

Laga yang paling menyita perhatian di Grup A adalah pertemuan tuan rumah Meksiko melawan Korea Selatan. Kedua tim sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan. Meksiko menundukkan Afrika Selatan 2-0, sementara Korea Selatan mengalahkan Republik Ceko 2-1. Pelatih Meksiko Javier Aguirre bahkan mengingatkan para pemainnya agar tidak lagi tampil gugup seperti pada pertandingan pertama dan mewaspadai kecepatan serangan balik Korea Selatan.

Menurut Ronny Pangemanan, pertandingan ini bisa menjadi salah satu duel paling menarik di fase grup.

"Atmosfer kandang tentu menjadi keuntungan Meksiko, tetapi Korea Selatan punya organisasi permainan yang sangat baik. Mereka disiplin dan cepat melakukan transisi. Ini bukan lawan yang bisa diremehkan," ujar Ronny.

Sementara itu perhatian juga tertuju ke Grup C ketika Maroko menghadapi Skotlandia. Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mampu menahan Brasil 1-1 pada laga pembuka. Bahkan sejumlah analis internasional menilai Maroko kini merupakan salah satu tim terkuat dari Afrika dan difavoritkan melangkah jauh di turnamen ini.

Skotlandia memang berhasil mengalahkan Haiti 1-0, tetapi performa mereka dinilai belum sepenuhnya meyakinkan. Banyak pengamat menilai tim asuhan Steve Clarke harus meningkatkan kualitas permainan jika ingin bersaing dengan Maroko maupun Brasil di Grup C.

"Maroko bukan lagi tim kejutan seperti empat tahun lalu. Mereka sekarang sudah menjadi tim yang mapan dengan identitas permainan yang jelas. Skotlandia harus tampil jauh lebih baik dibanding laga pertama," kata Erwin Fitriansyah.

Di pertandingan lainnya, Brasil menghadapi Haiti dengan beban yang tidak ringan. Hasil imbang melawan Maroko membuat tim asuhan Carlo Ancelotti tidak memiliki banyak ruang untuk kembali kehilangan poin. Media internasional bahkan menyoroti masih belum solidnya permainan Selecao setelah penampilan yang dianggap kurang meyakinkan pada laga pembuka.

Meski Haiti berstatus underdog, tim Karibia itu menunjukkan perlawanan sengit saat hanya kalah tipis dari Skotlandia. Pelatih Sebastien Migne juga menegaskan anak asuhnya masih percaya diri menghadapi dua lawan besar berikutnya, termasuk Brasil.

Erwin menilai tekanan justru berada di kubu Brasil.

"Kalau Brasil gagal menang, situasinya akan menjadi rumit menjelang laga terakhir melawan Skotlandia. Karena itu mereka harus menunjukkan reaksi sebagai tim besar," ujarnya.

Menjelang rangkaian pertandingan tersebut, satu hal menjadi jelas. Piala Dunia 2026 sejauh ini menunjukkan bahwa status unggulan tidak selalu menjamin kemenangan.

Meksiko, Maroko, dan terutama Brasil memang lebih difavoritkan, tetapi Korea Selatan, Skotlandia, dan Haiti telah membuktikan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk menciptakan kejutan di panggung terbesar Sepak Bola Dunia.