ID EN

Piala Dunia 2026: Jersey Argentina Jadi Nomor 1, Kisah Haru Diogo Jota dan Andy Robertson

Rabu, 17 Juni 2026 | 11:55

Penulis: Rojes Saragih

Sentul, Bogor - Piala Dunia 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga cerita menarik yang menyita perhatian penggemar Sepak Bola Dunia. Dalam Podcast Itsme yang membahas seputar Piala Dunia 2026 di Studio Sentul, Bogor, host Syafira dan Dila mengulas dua topik menarik, yakni daftar jersey paling berpengaruh di turnamen serta kisah mengharukan Andy Robertson dan mendiang Diogo Jota.

Argentina Punya Jersey Paling Berpengaruh
Creative Soccer Culture merilis daftar 10 jersey paling berpengaruh di Piala Dunia 2026. Penilaian tidak hanya berdasarkan desain, tetapi juga nilai budaya, sejarah, dan kemampuan sebuah jersey merepresentasikan identitas negaranya.

Posisi ke-10 ditempati jersey tandang Senegal produksi Puma, disusul Prancis di peringkat kesembilan dan Norwegia di urutan kedelapan. Swedia menempati posisi ketujuh berkat desain yang terinspirasi era 1970-an.

Brasil berada di posisi keenam melalui jersey tandang produksi Jordan. Kehadiran logo Jumpman pada seragam tim nasional menjadi salah satu momen bersejarah dalam dunia apparel sepak bola.

Wakil Asia, Korea Selatan, menempati posisi kelima. Jersey tandang mereka mendapat pujian karena tampil berani dengan kombinasi warna dan grafis yang berbeda dari mayoritas peserta.

Jerman berada di peringkat keempat melalui jersey kandang Adidas yang mengusung nuansa nostalgia awal 1990-an. Sementara itu, Curacao menempati posisi ketiga. Negara Karibia yang menjalani debut di Piala Dunia tersebut mencuri perhatian berkat desain sederhana namun sarat makna.

Urutan kedua ditempati Uruguay dengan jersey tandang Nike yang dijuluki "Black Panther Kit". Adapun posisi pertama menjadi milik Argentina. Jersey tandang Adidas sang juara bertahan dinilai paling revolusioner karena mampu memadukan inovasi visual dengan identitas nasional yang kuat.

Daftar tersebut menunjukkan bahwa jersey sepak bola modern kini tidak sekadar menjadi seragam pertandingan, melainkan juga media untuk menceritakan sejarah dan budaya sebuah bangsa.

Surat Mengharukan untuk Andy Robertson
Menjelang Piala Dunia 2026, FIFA menghadirkan kisah emosional melalui program "Letters That Unite". Kapten tim nasional Skotlandia, Andy Robertson, menerima surat dari Rute Cardoso, istri mendiang Diogo Jota.

Dalam surat tersebut, Cardoso menyampaikan rasa terima kasih karena Robertson terus menjaga kenangan tentang Jota dan membawa mimpi sahabatnya menuju panggung Piala Dunia.

Cardoso menuliskan bahwa ketika Robertson melangkah ke lapangan bersama Skotlandia, ia tidak akan berjalan sendirian karena impian Jota akan selalu menyertainya.

Robertson mengaku sangat tersentuh membaca surat tersebut. Menurut bek Liverpool itu, kenangan tentang Jota tidak pernah hilang dari kehidupannya. Ia bahkan merasa bahwa saat tampil di Piala Dunia 2026 nanti, dirinya tidak hanya bermain untuk Skotlandia, tetapi juga membawa mimpi seorang sahabat yang pernah berharap berada di panggung yang sama.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa Piala Dunia bukan hanya tentang trofi dan kemenangan. Di balik gemerlap turnamen terbesar Sepak Bola Dunia, terdapat cerita persahabatan, kenangan, dan mimpi yang terus hidup melampaui batas lapangan hijau.