ID EN

Dua Desa di Lombok Barat Destinasi Favorit Wisatawan Asing, Paket Bersepeda Makin Diminati

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:34

Penulis: Arif S

Program bersepeda Desa Mambalan
Program bersepeda Desa Mambalan melintasi kawasan persawahan di Lombok Barat, NTB.
Sumber: Desa Mambalan

Lombok Barat terus menghadirkan wajah baru pariwisata mereka. Kali ini, Desa Mambalan dan Desa Kekeri menjadi destinasi favorit turis asing yang ingin menikmati pengalaman wisata pedesaan autentik.

Selama ini wisata pantai identik dengan Pulau Lombok. Desa Mambalan dan Desa Kekeri tidak menawarkan keindahan pantai tetapi pesona bentangan sawah hijau, perkampungan asri, serta suasana tenang yang sulit ditemukan di kawasan wisata perkotaan.

Salah satu daya tarik utama di kedua desa itu adalah paket wisata bersepeda. Paket ini mengajak wisatawan menyusuri jalur pedesaan hingga area persawahan. 

Aktivitas ini menjadi pilihan banyak turis asing untuk menikmati sisi lain Pulau Lombok dengan cara lebih santai dan dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

"Sepertinya, wisata pedesaan yang berbasis masyarakat kini menjadi salah satu tujuan wisatawan asing datang ke daerah kami," ujar Kepala Desa Mambalan Sayid Abdollah Alkaff yang akrab disapa Apink.

Program bersepeda itu menghubungkan Desa Mambalan dengan kawasan persawahan di Desa Kekeri, menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

"Hampir setiap hari jalur melintasi perkampungan Desa Mambalan menuju persawahan di Desa Kekeri kian ramai pengunjung," katanya.

Sejak diperkenalkan pada 2022, paket bersepeda terus berkembang dan berhasil menarik ratusan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menurut Apink, wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar juga kerap menjadikan Desa Mambalan sebagai salah satu tujuan utama saat singgah di Pulau Lombok.

"Kalau dihitung sejak 2022 lalu, ratusan wisatawan asing yang datang dengan kapal pesiar memang kerap memilih Desa Mambalan sebagai salah satu destinasi unggulan," jelasnya.

Keindahan lanskap alami menjadi alasan utama mengapa jalur wisata itu semakin populer. Hamparan sawah, udara segar, hingga suasana desa yang masih alami memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi wisata pada umumnya.

"Nah, jalur melintasi Mambalan itulah yang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu asing penggemar olahraga sepeda," katanya.

Menariknya, wisata bersepeda ini tidak hanya diminati wisatawan muda. Sebagian besar peserta justru berasal dari kalangan lansia yang gemar melakukan perjalanan aktif sambil menikmati panorama alam.

"Seperti para wisatawan asing yang datang kali ini, ada tiga rombongan dari negara berbeda. Ada para lansia dari Belanda, ada rombongan keluarga dari Spanyol dan Jerman," ucapnya.

Di sepanjang perjalanan, wisatawan diajak singgah di sejumlah titik menarik. Salah satunya adalah jembatan gantung yang menghubungkan Desa Mambalan dan Desa Kekeri.

Jembatan itu menjadi lokasi favorit untuk beristirahat sekaligus mengabadikan momen. Para wisatawan juga mendapatkan cerita mengenai sejarah dan kearifan lokal dari pemandu wisata sebelum melanjutkan perjalanan menuju area persawahan.

Pemandu wisata asal Senggigi, Toni, mengatakan jalur itu menjadi bagian dari paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan asing.

"Kami memang sering membawa tamu asing melintasi jalur ini. Jembatan gantung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu kami," kata Toni.

Keindahan alam meninggalkan kesan mendalam bagi Riska, wisatawan asal Belanda yang datang bersama keluarga.

"Saya sangat menikmati bersepeda di daerah ini. Ini sangat indah," kata Riska.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!