Piala AFF 2026 menjadi panggung pertama John Herdman memperkenalkan wajah baru Timnas Indonesia. Menjelang matahari terbenam, Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, berubah menjadi lautan Merah Putih.
Dari pantauan langsung Reporter ITSMe Syafira, ribuan suporter memadati setiap sudut tribun sejak sore.
Bendera Merah Putih berkibar, jersey Garuda mendominasi tribun, sementara yel-yel dukungan terus bergema menyambut laga perdana Indonesia di Grup A melawan Kamboja.
BACA JUGA
Piala AFF 2026: Ketika Garuda Tak Lagi Menjadi Penantang
Debut Sensasional Bersama Timnas Indonesia, Baker Panaskan Persaingan Top Skor Piala AFF 2026
Duet Mitchell Baker-Thom Haye Menggila pada Laga Perdana Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Publik malam itu tidak hanya berharap Indonesia meraih tiga poin. Mereka juga ingin melihat sejauh mana identitas permainan yang dibangun Herdman mulai terlihat di atas lapangan.
Jawabannya datang hanya enam menit setelah kick-off.
Thom Haye melepaskan umpan terukur ke dalam kotak penalti. Mitchell Lee Baker bergerak lebih cepat dibanding dua bek Kamboja sebelum menanduk bola melewati kiper Kimhuy Hul.
Stadion Pakansari langsung bergemuruh. Ribuan penonton berdiri serempak merayakan gol pertama Baker bersama Timnas Indonesia.
Momentum itu menjadi awal malam yang sempurna bagi penyerang yang menjalani debutnya bersama Garuda tersebut. Baker kembali mencetak gol pada menit ke-15 setelah menerima umpan Eliano Reijnders.
Memasuki babak kedua, ia melengkapi hattrick melalui sundulan memanfaatkan assist kedua Thom Haye pada menit ke-56. Sandy Walsh kemudian mencetak gol lewat situasi bola mati, sebelum Jens Raven memastikan kemenangan telak Indonesia 5-1 pada penghujung laga.
Dari tribun media, Reporter ITSMe Syafira melihat perubahan yang cukup jelas dibanding beberapa pertandingan sebelumnya. Indonesia tampil lebih terorganisasi saat menyerang maupun bertahan.
Pressing tinggi dilakukan segera setelah kehilangan bola, sementara aliran serangan terlihat lebih rapi dengan distribusi bola yang cepat dari lini tengah.
Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia tidak pernah kekurangan pemain kreatif. Thom Haye mampu mengendalikan ritme permainan, sedangkan Eliano Reijnders terus membuka ruang dari sektor sayap. Namun persoalan penyelesaian akhir kerap menjadi pekerjaan rumah. Melawan Kamboja, Baker memberi jawaban yang meyakinkan.
Ia memang bukan pemain yang paling banyak menyentuh bola. Namun hampir setiap pergerakannya efektif. Baker cerdas mencari ruang di antara bek lawan, kuat dalam duel udara, dan tenang ketika menyelesaikan peluang.
Tiga gol dengan variasi penyelesaian berbeda memperlihatkan kualitas seorang penyerang modern yang selama ini dibutuhkan Timnas Indonesia.
Performa Baker juga tidak bisa dilepaskan dari kontribusi Thom Haye. Gelandang tersebut menjadi motor permainan Indonesia dengan mencatat tiga assist sekaligus mengatur tempo serangan.
Umpan-umpan vertikalnya berkali-kali membelah pertahanan Kamboja dan membuka ruang bagi Baker untuk menuntaskan peluang.
Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan identitas permainan yang mulai terbentuk di bawah John Herdman. Indonesia tampil agresif saat kehilangan bola, cepat bertransisi ke fase menyerang, serta mampu memadukan serangan terbuka dan bola mati secara efektif.
Menariknya, Herdman sempat mengamati pertandingan dari tribun agar memperoleh sudut pandang yang lebih luas terhadap organisasi permainan tim, jarak antarlini, hingga efektivitas pressing yang menjadi fokus selama pemusatan latihan.
"Hari ini tentang menerapkan identitas taktik kami dan membawa hasil kerja selama tiga pekan terakhir ke pertandingan. Saya senang dengan penampilan pemain, usaha mereka, dan hasil yang diraih," kata Herdman.
Baker pun mengaku malam itu menjadi pengalaman yang tidak akan dilupakannya.
"Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Perasaan yang luar biasa. Saya tidak mungkin berada di sini tanpa tim, staf pelatih, dan semua orang yang membantu saya," ujarnya.
Hattrick pada laga debut langsung membawa Baker menyamai penyerang Vietnam Nguyen Dinh Bac di puncak daftar sementara pencetak gol terbanyak Piala AFF 2026 dengan koleksi tiga gol.
Ia mencapai catatan tersebut hanya dalam 56 menit sebelum ditarik keluar sebagai bagian dari strategi rotasi menjelang laga berikutnya melawan Timor Leste di Chonburi, Thailand.
Saat peluit panjang dibunyikan, para pemain Indonesia mengelilingi lapangan untuk memberikan apresiasi kepada puluhan ribu suporter yang masih bertahan di tribun.
Dari pengamatan langsung Reporter ITSMe Syafira, kemenangan ini terasa lebih bermakna daripada sekadar tambahan tiga poin di Grup A. Selama 90 menit, Timnas Indonesia memperlihatkan arah permainan yang semakin jelas di bawah John Herdman.
Mitchell Baker memang baru menjalani satu pertandingan, tetapi malam di Pakansari memberikan harapan baru bahwa Garuda akhirnya menemukan sosok penyerang yang mampu mengubah dominasi permainan menjadi gol dan kemenangan yang meyakinkan.










