Jakarta - Kemenangan telak 5-1 atas Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 bukan sekadar memberikan tiga poin bagi Timnas Indonesia. Lebih dari itu, pertandingan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, menghadirkan optimisme bahwa John Herdman mulai menemukan identitas permainan yang selama ini ingin dibangun sejak mengambil alih kursi pelatih Garuda.
Sorotan utama tentu mengarah kepada Mitchell Lee Baker. Penyerang yang menjalani debut bersama Timnas Indonesia itu langsung mencetak hattrick hanya dalam 56 menit sebelum ditarik keluar sebagai bagian dari rotasi pemain.
Debut seperti ini bukan hanya menunjukkan ketajamannya di depan gawang, tetapi juga memperlihatkan karakter penyerang yang selama ini dicari Indonesia: mampu membaca ruang, kuat dalam duel udara, dan efektif memanfaatkan peluang.
BACA JUGA
Persib Menang, Kini Timnas Indonesia Menghadapi Ujian Pertama
Duet Mitchell Baker-Thom Haye Menggila pada Laga Perdana Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Persib Bandung Pastikan Kondisi Fisik Pemain Siap Hadapi Arema FC di Piala Presiden 2026
Namun, Baker bukan satu-satunya aktor penting di balik kemenangan tersebut.
Di belakang tiga gol Baker berdiri Thom Haye yang tampil luar biasa sebagai pengatur ritme permainan. Setelah absen akibat sanksi, gelandang Persib Bandung itu kembali dengan membukukan tiga assist.
Dua assist berbuah gol Baker, sementara satu assist lainnya kembali menunjukkan kualitas visi bermain yang selama ini menjadi keunggulannya. Kolaborasi Haye dan Baker membuat pola serangan Indonesia jauh lebih hidup karena kreativitas di lini tengah kini memiliki penyelesai akhir yang efektif.
Secara taktikal, identitas permainan Herdman mulai terlihat. Indonesia tampil lebih agresif ketika kehilangan bola, sementara saat menguasai bola, distribusi permainan bertumpu pada Thom Haye dengan dukungan pergerakan dinamis para pemain sayap.
Variasi serangan juga semakin beragam, mulai dari bola mati, umpan silang hingga pergerakan tanpa bola yang berkali-kali membuat pertahanan Kamboja kehilangan koordinasi.
Menariknya, Herdman memilih mengamati pertandingan dari tribun. Posisi tersebut memberinya sudut pandang yang lebih luas untuk mengevaluasi struktur permainan, jarak antarlini, efektivitas pressing, hingga organisasi serangan secara keseluruhan.
Pendekatan itu memperlihatkan bahwa kemenangan atas Kamboja bukan hanya soal hasil, melainkan bagian dari proses membangun identitas permainan Indonesia menuju lawan-lawan yang lebih berat.
Di saat Timnas Indonesia mulai menunjukkan wajah baru di Piala AFF 2026, perhatian publik juga tertuju pada bergulirnya Piala Presiden 2026 yang menghadirkan dua cerita berbeda dari Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Persib justru tampil paling meyakinkan. Maung Bandung memastikan diri menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal setelah mengalahkan DPMM FC 1-0.
Keberhasilan itu diraih meski Igor Tolic melakukan sejumlah perubahan komposisi pemain, sebuah indikasi bahwa kedalaman skuad Persib mulai terbentuk.
Di luar lapangan, Persib juga menjadi perbincangan setelah memperkenalkan rekrutan anyar Mariano Peralta melalui konten kreatif yang menyisipkan sindiran kepada rival abadinya, Persija.
Sebaliknya, Persija masih mencari bentuk permainan terbaik bersama Shin Tae-yong. Kekalahan pada laga pertama membuat duel menghadapi Port FC menjadi pertandingan krusial untuk menjaga peluang lolos ke semifinal.
Bagi Shin, laga tersebut bukan hanya soal meraih tiga poin, tetapi juga membuktikan bahwa ide permainan yang sedang dibangunnya mulai dipahami para pemain.
Dua turnamen berbeda ini menghadirkan benang merah yang sama. Timnas Indonesia mulai menemukan fondasi permainan melalui duet Thom Haye dan Mitchell Baker di bawah arahan John Herdman.
Sementara di level klub, Persib menunjukkan konsistensi sebagai tim pertama yang mengamankan tiket semifinal Piala Presiden, sedangkan Persija masih berpacu dengan waktu untuk membangun identitas baru bersama Shin Tae-yong.
Seluruh dinamika tersebut akan menjadi pembahasan utama dalam Podcast ITSMe bersama pengamat sepak bola Ronny Pangemanan, yang dipandu Raisha dan Gilang Respaty dari Studio ITSMe Jakarta.
Pembahasan tidak hanya menyoroti kemenangan besar Timnas Indonesia atas Kamboja, tetapi juga mengulas perkembangan Persib dan Persija di Piala Presiden 2026 serta kaitannya dengan peta persaingan sepak bola nasional ke depan.










