ID EN

Rekor Legendaris 88 Tahun Menanti Pelatih Argentina di Piala Dunia 2026

Rabu, 10 Juni 2026 | 12:35

Penulis: Arif S

Trionda Bola Piala Dunia 2026
Trionda Bola Piala Dunia 2026.
Sumber: FIFA

Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia. Turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga dapat menjadi momen bersejarah bagi pelatih Argentina, Lionel Scaloni. Ia berpeluang menyamai salah satu rekor langka dalam sejarah Sepak Bola Dunia.

Setelah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, Scaloni berada di ambang pencapaian yang belum mampu diraih pelatih selama 22 edisi Piala Dunia. Jika mampu kembali mengantar Albiceleste menjadi juara pada 2026, ia akan menyamai rekor mendiang Vittorio Pozzo sebagai pelatih yang memenangkan dua Piala Dunia secara beruntun.

Pozzo membawa Italia menjuarai turnamen pada 1934 dan mempertahankan gelarnya pada 1938, sebuah rekor yang telah bertahan selama 88 tahun.

Sejak saat itu, sejumlah pelatih hebat mencoba mendekati pencapaian tersebut, tetapi selalu gagal di langkah terakhir.

Salah satunya, Carlos Bilardo. Ia sukses membawa Argentina ke final Piala Dunia 1986 dan 1990. Namun, ia hanya mampu mengangkat trofi pada edisi 1986 sebelum harus puas menjadi runner-up empat tahun kemudian.

Menariknya, lawan Argentina di dua final itu adalah Jerman Barat yang dilatih Franz Beckenbauer. Setelah kalah pada final 1986, Beckenbauer membalas dengan membawa timnya menjadi juara pada 1990.

Kisah serupa juga dialami Didier Deschamps. Ia mengantar Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan kembali mencapai final pada 2022. Namun, Les Bleus gagal mempertahankan gelar setelah kalah dari Argentina melalui drama adu penalti.

Selain itu, Mario Zagallo dan Helmut Schon juga pernah dua kali mencapai partai final. Zagallo membawa Brasil juara pada 1970 tetapi kalah pada final berikutnya, sementara Schon mengalami kebalikan dengan kalah pada 1966 sebelum menjadi juara pada 1974.

Kini, sejarah memberikan kesempatan kepada Scaloni untuk menorehkan namanya sejajar dengan Pozzo. Pelatih berusia 48 tahun itu datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal kuat.

Argentina bukan hanya berstatus juara bertahan Piala Dunia, tetapi juga menjuarai Copa America dalam dua edisi terakhir. Konsistensi performa tersebut menempatkan Albiceleste kembali masuk daftar favorit juara di turnamen mendatang.

Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan generasi baru, Argentina memiliki fondasi kuat untuk kembali bersaing hingga fase akhir turnamen. Namun, tantangan mempertahankan gelar selalu menjadi salah satu tugas tersulit dalam Sepak Bola Internasional.

Ekspektasi terhadap Argentina juga semakin besar karena status mereka sebagai tim terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Setiap lawan akan datang dengan motivasi ekstra untuk mengalahkan juara bertahan.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!