ID EN

Duel Sengit di Grup A Piala Dunia 2026, 4 Tim Punya Peluang Sama ke Fase Gugur 

Rabu, 3 Juni 2026 | 09:45

Penulis: Arif S

Stadion Azteca, Mexico City
Stadion Azteca, tempat pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City.
Sumber: Antara/Xinhua/Li Muzi

Grup A Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif pada edisi pertama turnamen yang diikuti 48 negara.

Dengan kualitas skuad relatif seimbang, kehadiran sejumlah pemain bintang, serta format baru kompetisi, Grup A berpotensi menghadirkan  persaingan sengit. 

Tidak ada tim yang benar-benar aman, dan tidak ada pula tim yang bisa dianggap sekadar pelengkap.

Format baru yang menyediakan 32 tiket ke fase gugur, sembilan diantaranya dari peringkat ketiga terbaik, peluang seluruh kontestan terbuka lebar. 

Namun, kesalahan kecil bisa berakibat fatal karena setiap poin akan menentukan posisi akhir Klasemen.

Meksiko

Meski Meksiko berstatus tuan rumah, kekuatan empat tim peserta relatif berimbang sehingga persaingan menuju babak 32 besar dipastikan berlangsung sengit hingga laga terakhir.

Meksiko datang dengan status unggulan berdasarkan pengalaman dan kualitas skuad. El Tri saat ini menempati peringkat ke-15 FIFA diperkuat perpaduan pemain berpengalaman dan generasi baru dari Kompetisi Eropa.

Edson Alvarez, Santiago Gimenez, Raul Jimenez, hingga Guillermo Ochoa menjadi fondasi kekuatan tim asuhan Javier Aguirre. Alvarez akan menjadi figur sentral di lini tengah berkat kemampuannya mengatur tempo permainan sekaligus menjaga keseimbangan tim.

Keuntungan bermain di depan publik sendiri juga menjadi modal besar bagi Meksiko. Namun, status tuan rumah tidak menjamin jalan mulus mengingat tiga lawan mereka memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Korea Selatan 

Korea Selatan menjadi penantang terkuat. Taeguk Warriors bermain impresif sepanjang kualifikasi Asia dengan catatan tak terkalahkan dan memastikan tiket ke putaran final setelah mengalahkan Irak 2-0 pada Juni 2025.

Skuad asuhan Hong Myungbo dipenuhi pemain yang merumput di Eropa. Kehadiran Kim Minjae, Lee Kangin, Hwang Heechan, hingga sang kapten Son Heungmin membuat Korea Selatan memiliki kualitas bersaing.

Meski kini berusia 33 tahun, Son tetap menjadi andalan utama. Kecepatan, pengalaman, dan insting mencetak golnya masih menjadi senjata utama Korea Selatan.

Afrika Selatan

Di sisi lain, Afrika Selatan bertekad mengakhiri penantian panjang mereka di panggung dunia. Bafana Bafana kembali tampil di Piala Dunia setelah memuncaki Grup C kualifikasi zona Afrika.

Tim asuhan Hugo Broos memang tidak dihuni banyak pemain bintang, tetapi mereka memiliki organisasi permainan solid. Sosok Ronwen Williams menjadi pemain kunci berkat kemampuan penyelamatan dan reputasinya sebagai spesialis adu penalti.

Sebagian besar pemain Afrika Selatan berkompetisi di liga domestik, namun kombinasi dengan pemain yang merumput di Eropa dan Major League Soccer membuat tim ini berpotensi menjadi kuda hitam.

Republik Ceko

Sementara itu, Republik Ceko dating ke turnamen dengan modal mental kuat setelah lolos melalui jalur play-off. Mereka menyingkirkan Irlandia dan Denmark melalui adu penalti untuk memastikan tempat di putaran final.

Patrik Schick menjadi tumpuan utama lini depan. Striker Bayer Leverkusen dikenal sebagai salah satu penyerang paling tajam di Eropa dan akan menjadi ancaman bagi setiap pertahanan lawan.

Selain Schick, Republik Ceko juga memiliki pemain berpengalaman seperti Tomas Soucek dan Vladimir Coufal yang terbiasa menghadapi pertandingan berintensitas tinggi di level klub maupun internasional.

Pertandingan pembuka Meksiko melawan Afrika Selatan pada 12 Juni 2026 bisa langsung menentukan arah persaingan grup. Di hari yang sama, Korea Selatan akan menghadapi Republik Ceko dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat.

Laga Meksiko kontra Korea Selatan pada 19 Juni berpotensi menjadi pertandingan terbesar di Grup A. Hasil duel tersebut bisa menentukan siapa yang menguasai puncak klasemen sekaligus mengamankan langkah menuju fase gugur.

Sementara itu, pertandingan terakhir pada 25 Juni diperkirakan menjadi penentu nasib seluruh kontestan. Republik Ceko menghadapi Meksiko, sedangkan Afrika Selatan bertemu Korea Selatan dalam laga yang bisa menjadi penentu tiket ke babak 32 besar.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!