ID EN

Beda Nasib Klub Saudi: Cristiano Ronaldo Gagal di ACL Two, Al Ahli Juara ACL Elite

Senin, 18 Mei 2026 | 10:40

Penulis: Arif S

Cristiano Ronaldo berseragam Al Anssr
Cristiano Ronaldo berseragam Al Anssr.
Sumber: Mehrdad Esfahani/ Wikimedia

Dua klub raksasa Saudi Pro League menjalani akhir musim kompetisi Asia dengan cerita bertolak belakang. Di saat Al Nassr harus menelan kekecewaan di final Liga Champions Asia (ACL) Two, rival senegaranya Al Ahli justru menegaskan dominasi dengan mempertahankan gelar Liga Champions Asia (ACL) Elite.

Sorotan terbesar tertuju kepada Cristiano Ronaldo dan Al Nassr yang gagal meraih trofi Asia setelah kalah 0-1 dari Gamba Osaka pada partai final ACL Two di Al-Awwal Park, Riyadh. Gol tunggal Deniz Hummet di babak pertama menjadi. 

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Al Nassr gagal memaksimalkan dominasi penguasaan bola dan kesulitan menembus lini pertahanan disiplin wakil Jepang itu.

Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar Ronaldo sejak bergabung dengan klub Arab Saudi. Penyerang asal Portugal itu kembali gagal membawa Al Nassr meraih trofi internasional yang sejak awal musim menjadi target utama klub.

Momen selepas pertandingan semakin memperlihatkan besarnya Kekecewaan Ronaldo. Ia tidak terlihat ketika para pemain Al Nassr naik podium untuk menerima Medali perak.

Dilansir Metro, Ronaldo langsung berjalan menuju lorong ruang ganti usai pertandingan berakhir. Ekspresi kecewa tampak jelas dari peraih lima Ballon d'Or tersebut ketika meninggalkan lapangan Al-Awwal Park.

Akibatnya, tim asuhan Jorge Jesus menjalani prosesi pengalungan medali tanpa sang kapten. Sementara itu, para pemain Gamba Osaka merayakan keberhasilan mereka menciptakan kejutan besar di markas lawan.

Al Ahli Sukses Pertahankan Gelar

Berbeda dengan Al Nassr, Al Ahli sukses menjaga supremasi mereka di level tertinggi Sepak Bola Asia. Klub asal Jeddah yang diperkuat pemain asal Inggris Ivan Toney itu mempertahankan gelar ACL Elite setelah mengalahkan Machida Zelvia 1-0 pada partai final di Stadion King Abdullah Sports City.

Pertandingan berlangsung sengit dan imbang tanpa gol selama waktu normal. Namun, Al Ahli akhirnya memecah kebuntuan di babak tambahan melalui gol Firas Al Buraikan sekaligus memastikan kemenangan.

Keberhasilan ini menjadi gelar Liga Champions Asia kedua sepanjang sejarah Al Ahli. Sebelumnya, mereka juga menjadi juara pada musim lalu setelah mengalahkan Kawasaki Frontale di final.

Kesuksesan Al Ahli tidak lepas dari tangan dingin pelatih asal Jerman, Matthias Jaissle. Sejak ditunjuk pada Juli 2023, Jaissle mampu membawa Al Ahli menjelma menjadi salah satu kekuatan paling konsisten di Asia.

Kontras hasil yang diraih Al Nassr dan Al Ahli sekaligus memperlihatkan kerasnya persaingan klub-klub Saudi di panggung Asia. Investasi besar dan deretan pemain bintang belum tentu menjamin trofi, sementara konsistensi dan organisasi permainan tetap menjadi kunci sukses di kompetisi antarklub Asia.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!