Taklukkan Minami Katsu Lewat Pertarungan Sengit, Atthaya Thitikul Juara Buick LPGA Shanghai
Jumat, 17 Oktober 2025 | 12:30
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Pertarungan dramatis di Qizhong Garden Golf Club, Shanghai menjadi panggung pembuktian bagi pegolf putri nomor satu dunia asal Thailand, Atthaya “Jeeno” Thitikul. Tak hanya mengejar skor, ia juga berhasil menaklukkan bayang-bayang kegagalan masa lalu.
Turnamen Buick LPGA Shanghai menjadi saksi bagaimana seorang juara sejati bangkit dari kekecewaan. Sebulan sebelumnya, Jeeno mengalami momen pahit, four-putt di hole terakhir Kroger Queen City Championship yang merenggut peluang memenangi gelar. Namun kali ini ia datang dengan tekad berbeda.
“Apa yang terjadi di turnamen sebelumnya memang masih ada di pikiran saya. Tapi bisa membuktikan diri lagi di turnamen ini rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan, dan sekarang saya tidak lagi membawa beban di pundak saya,” ujar Atthaya, dikutip dari laman resmi LPGA.
BACA JUGA
Jeeno Thitikul Comeback Gila di Shanghai, Juara Lewat Playoff 5 Hole!
Atthaya Thitikul Adalah Bukti Bintang Besar Bisa Lahir dari Asia
Dominasi Thailand, Jaravee Boonchant Kunci Gelar Indonesia Women’s Open 2026
Perjalanan menuju kemenangan tidak mudah. Jeeno sempat tertinggal empat pukulan dari pegolf Jepang Minami Katsu, yang tampil luar biasa dan memburu kemenangan perdananya di LPGA.
Namun Atthaya menunjukkan mental juara. Dari hole 14 hingga 17, ia mencetak tiga birdie dan satu eagle spektakuler di hole 17, menyamakan kedudukan.
Keduanya menutup 72 hole dengan skor sensasional 24-under par, Jeeno dengan 63 (sembilan di bawah par), Katsu dengan 65 (tujuh di bawah par). Pertandingan pun berlanjut ke playoff.
Di hole 18 yang dimainkan tiga kali berturut-turut, keduanya terus mencatat par, seolah tak ada yang mau menyerah. Penonton menahan napas. Setiap ayunan terasa menentukan.
Hingga akhirnya, di hole kelima playoff - hole 10 lapangan - titik balik terjadi. Pukulan pendek Katsu gagal mencapai green.
Jeeno langsung memanfaatkan peluang. Dengan pukulan besi pendek yang mendarat hanya empat kaki dari lubang, ia menuntaskan birdie setelah Katsu gagal melakukan chip dari luar green. Buick LPGA Shanghai menjadi miliknya.
Kemenangan ini adalah gelar kedua Atthaya musim ini setelah Mizuho Americas Open, atau gelar keenam sepanjang kariernya di LPGA Tour.
Ia juga menjadi pegolf pertama yang meraih lebih dari satu kemenangan di LPGA Tour tahun 2025 yang menasbihkan dominasi sang ratu golf dunia.
Di belakang mereka, pegolf peringkat empat dunia, Minjee Lee dari Australia, finis di posisi ketiga dengan 19-under par setelah mencetak empat birdie dalam lima hole terakhir.
Bagi Atthaya, kemenangan ini bukan sekadar trofi, melainkan kisah tentang keteguhan hati. Dari rasa sakit di turnamen sebelumnya, ia menjelma menjadi simbol ketangguhan.***










