ID EN

Jeeno Thitikul Comeback Gila di Shanghai, Juara Lewat Playoff 5 Hole!

Senin, 13 Oktober 2025 | 14:29

Penulis: Respaty Gilang

Atthaya Thitikul
Atthaya Thitikul.
Sumber: Antaranews

Pegolf muda asal Thailand, Atthaya “Jeeno” Thitikul, kembali membuktikan bahwa ia pantas menyandang status sebagai pegolf putri nomor satu dunia. Lewat pertarungan sengit di Buick LPGA Shanghai. Jeeno sukses mengalahkan pegolf Jepang Minami Katsu setelah duel playoff lima hole yang menegangkan pada Minggu, 12 Oktober 2025, sore waktu setempat.

Kemenangan ini terasa begitu spesial bagi Jeeno. Selain menjadi gelar keduanya musim ini, setelah Mizuho Americas Open pada Mei, hasil ini juga menjadi ajang pembuktian dirinya setelah insiden empat kali pukulan (four-putt) di hole terakhir turnamen Kroger Queen City Championship bulan lalu, yang sempat meninggalkan rasa kecewa mendalam.

“Apa yang terjadi di turnamen sebelumnya memang masih ada di pikiran saya. Tapi bisa membuktikan diri lagi di turnamen ini rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan, dan sekarang saya tidak lagi membawa beban di pundak saya,” ujar Atthaya, dikutip dari laman resmi LPGA.

Comeback Spektakuler Jeeno di Qizhong Garden

Pertandingan di Qizhong Garden Golf Club, Shanghai, berlangsung dalam tensi tinggi. Jeeno sempat tertinggal empat pukulan dari Katsu, yang saat ini menempati peringkat 43 dunia. Namun, pegolf berusia 22 tahun itu menunjukkan ketenangan luar biasa dan mental juara yang kuat.

Dengan tiga birdie dan satu eagle dari hole 14 hingga 17, Jeeno berhasil mengejar ketertinggalan dan menyamakan kedudukan dengan Katsu di 24-under par. Jeeno menutup putaran dengan skor 63 (sembilan di bawah par), sementara Katsu mengakhiri 65 (tujuh di bawah par).

Eagle di hole 17 menjadi momen kunci, pukulan luar biasa yang tak hanya menghidupkan kembali peluangnya, tapi juga mengubah atmosfer permainan sepenuhnya.

Playoff Panjang, Tekanan Maksimal

Keduanya sama-sama berjuang keras di hole 18, namun tak satu pun berhasil memanfaatkan peluang birdie untuk mengakhiri pertandingan. Drama berlanjut ke playoff lima hole, di mana mereka memainkan hole ke-18 tiga kali dan tetap mencatat par.

Pertarungan akhirnya berakhir di hole ke-10, ketika Katsu gagal mengirimkan pukulan pendeknya ke green. Jeeno dengan tenang memanfaatkan kesempatan emas tersebut, melayangkan pukulan besi pendek yang mendarat hanya empat kaki dari lubang. Birdie mulus pun mengunci kemenangannya, setelah Katsu tak mampu menyelamatkan chip dari luar green.

Dengan hasil ini, Atthaya Thitikul meraih gelar keenam sepanjang kariernya di LPGA Tour, sekaligus menjadi pegolf pertama musim 2025 yang mengoleksi lebih dari satu kemenangan. Sebuah pencapaian yang semakin menegaskan dominasinya di dunia golf putri.

Sementara itu, Minjee Lee asal Australia, yang saat ini menempati peringkat empat dunia, finis di posisi ketiga setelah mencatat empat birdie dalam lima hole terakhir dan menutup dengan skor 68 pukulan (tiga di bawah par), total 19-under par.

Jeeno dan Pesan untuk Pegolf Muda

Kisah comeback Jeeno ini bukan sekadar tentang kemenangan di papan skor. Lebih dari itu, ini adalah pelajaran soal ketenangan, fokus, dan daya juang di bawah tekanan. Dalam olahraga seperti golf, mental sering kali menjadi faktor penentu dan Jeeno baru saja memberikan contoh sempurna bagaimana membalikkan keadaan lewat keteguhan hati.

Kemenangan di Shanghai juga memperkuat posisinya sebagai role model bagi pegolf muda di Asia, terutama bagi mereka yang sedang meniti karier di dunia profesional.