Senior Happy Run 5K 2026 Ajak Lansia Berlari Sambil Promosikan Pariwisata
Selasa, 28 April 2026 | 15:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Hreeloita Dharma Shanti
Siapa bilang olahraga lari hanya untuk mereka yang berusia muda? Kegiatan olahraga rekreatif bertajuk Senior Happy Run 5K 2026: Run for Health & Happiness mengundang para lanjut usia (lansia) ntuk berlari santai sambil mempromosikan pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia pada 12 Juli 2026.
Acara ini menawarkan gagasan segar, lansia bukan sekadar penonton dalam geliat wisata modern, melainkan pelaku aktif yang menghidupkan ruang kota melalui gerak, kebersamaan, dan kegembiraan.
"Kegiatan ini dirancang secara khusus agar aman, nyaman dan menyenangkan bagi para lansia, sehingga mereka dapat tetap aktif tanpa khawatir," ujar CEO Senior Happy Run Oni Yulfian dalam konpers di Jakarta, Selasa.
BACA JUGA
Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri, RS Harapan Kita Hadirkan Layanan Premium
Semarang Mountain Race, Cara Jateng Pacu Sports Tourism
Jakarta Perluas Pasar Global Lewat Asia Golf Tourism Convention 2026
Rute lari dimulai dari halaman Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Gedung Sapta Pesona, lalu melintasi Jalan Merdeka Barat, Jalan Merdeka Selatan, kawasan Thamrin, dan kembali ke titik awal. Jalur ini membawa peserta melewati beberapa wajah paling ikonik Jakarta.
Mengusung konsep Sport Tourism for Seniors, kegiatan ini memadukan olahraga ringan dengan pengalaman wisata perkotaan.
Para peserta diajak menikmati udara pagi, ritme jalanan ibu kota, serta suasana kebersamaan yang jarang ditemukan dalam ajang lari konvensional.
Lebih dari sekadar olahraga, setiap tim nantinya akan merepresentasikan Destinasi Wisata dan subsektor ekonomi kreatif Indonesia.
Dengan cara ini, para peserta menjadi duta kecil yang mengenalkan kekayaan budaya Nusantara dalam suasana santai dan menyenangkan.
Di sepanjang acara, akan hadir berbagai aktivitas menarik, penghargaan tim dengan rata-rata waktu terbaik yang menonjolkan kebersamaan, kampanye digital mempromosikan Destinasi Wisata, khususnya di DKI Jakarta, hingga apresiasi bagi tim dengan kostum paling kreatif.
Tak ketinggalan, pelaku UMKM akan meramaikan area kegiatan dengan ragam kuliner lokal. Bagi peserta, garis finis bukan hanya akhir perjalanan, tetapi awal petualangan rasa.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014, Sapta Nirwandar, menilai konsep ini sejalan dengan tren Wisata Kesehatan global.
Menurutnya, wisatawan tak perlu menunggu sakit untuk menikmati fasilitas health tourism, karena kebugaran dan pencegahan justru menjadi inti pengalaman baru tersebut.
"Mudah-mudahan cita-citanya Kementerian Pariwisata untuk yang senior citizen tourism itu bisa terlaksana dengan baik karena banyak (seperti) orang Jepang, itu banyak sekali yang yang ingin mendapatkan pelayanan khusus (dari Wisata Kesehatan lansia)," harapnya.
Indonesia memiliki peluang besar di sektor wisata lansia. Dengan kekayaan alam, budaya, kuliner, dan tradisi wellness, negeri ini berpotensi menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan senior domestik maupun mancanegara.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!