Mengenal Marie-Louise Eta, Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
Senin, 20 April 2026 | 15:32
Penulis: Arif S

Sumber: Antaranews/Bundesliga.com
Bundesliga mencatat babak baru dalam sejarahnya setelah Union Berlin menunjuk Marie-Louise Eta sebagai pelatih kepala interim hingga akhir musim. Penunjukan itu menjadikan Eta sebagai Pelatih Perempuan Pertama yang memimpin klub di kasta tertinggi Liga Jerman.
Tak hanya itu, perempuan berusia 34 tahun itu menjadi satu-satunya pelatih perempuan yang menangani tim di liga top Eropa. Langkah Union Berlin langsung menjadi sorotan besar di dunia sepak bola.
"Union Berlin resmi menunjuk Marie-Louise sebagai pelatih interim hingga akhir musim setelah mengumumkan pemecatan Steffen Baumgart," demikian pernyataan Bundesliga di situs resmi.
BACA JUGA
Bayern Muenchen Kunci Gelar Juara Bundesliga, Harry Kane Ikut Pesta
Dortmund Tumbang, Bayern Cuma Butuh Satu Poin Lagi untuk Juara Bundesliga
Real King! Manuel Neuer Catatkan Rekor Peraih Kemenangan Terbanyak Sepanjang Masa di Bundesliga
Keputusan itu diambil setelah Union Berlin menelan kekalahan 1-3 dari juru kunci Heidenheim sehari sebelumnya. Hasil itu menjadi puncak kekecewaan manajemen terhadap performa tim yang terus merosot.
Eta sebenarnya bukan nama baru di Bundesliga. Sebelumnya, ia telah lebih dulu mencetak sejarah sebagai asisten pelatih perempuan pertama di kompetisi itu.
Kini, ia dipercaya memimpin Union Berlin dalam situasi sulit dengan target mengangkat performa tim dan menjauh dari ancaman degradasi.
Performa Union Berlin memang menurun tajam sejak jeda musim dingin. Secara keseluruhan, klub hanya mampu meraih dua kemenangan sejak periode Natal, membuat posisi mereka di klasemen semakin rawan.
Saat ini, Union Berlin hanya unggul tujuh poin dari zona play-off degradasi. Dengan sisa musim semakin sedikit, setiap pertandingan akan menjadi penentu nasib klub.
Direktur Olahraga Union Berlin, Horst Held, mengakui kondisi tim sedang tidak ideal. Ia menilai perubahan di kursi pelatih menjadi langkah penting demi menyelamatkan musim.
“Kami menjalani paruh kedua musim yang benar-benar mengecewakan. Situasi kami masih berbahaya dan kami sangat membutuhkan poin untuk bertahan di liga,” kata Held.
Penunjukan Eta diharapkan memberi efek instan, terutama dalam membangun kembali mental tim yang sedang tertekan serta memperbaiki performa di lapangan.
Eta datang dengan latar belakang mentereng sebagai mantan Pemain Sepak Bola putri. Saat membela Turbine Potsdam, ia meraih gelar Liga Champions 2010 dan tiga trofi Bundesliga putri.
Rekam jejak itu menjadi salah satu alasan utama manajemen menaruh kepercayaan kepadanya. Menariknya, sebelum promosi ke tim putra, Eta sudah diproyeksikan menangani tim putri Union Berlin mulai musim depan.
Namun keadaan darurat mengubah rencana. Kini, Marie-Louise Eta tak hanya ditugaskan menyelamatkan Union Berlin, tetapi juga membuka jalan baru bagi peran pelatih perempuan di level tertinggi sepak bola putra Eropa.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!