ID EN

Wisata Bromo Ditutup Sementara, Ini Imbauan Penting untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:00

Penulis: Arif S

Akses Gunung Bromo
Petugas berjaga di pintu masuk akses menuju wisata Gunung Bromo.
Sumber: Antara/HO-Petugas Kecamatan Sukapura

Akses menuju kawasan Wisata Bromo di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ditutup sementara mulai dari Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Pemerintah daerah mengimbau wisatawan untuk menunda perjalanan selama masa penutupan. Seluruh akses dipastikan tidak dapat dilalui untuk aktivitas wisata.

"Bagi wisatawan yang berencana berkunjung setelah pembukaan kembali pada 21 Maret 2026 siang, kami sarankan untuk melakukan pemesanan tiket secara daring jauh-jauh hari karena biasanya terjadi lonjakan kunjungan pascapenutupan," ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Her Mulyadi, Kamis.

Kebijakan ini diberlakukan dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Penutupan itu merujuk pada Surat Edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Nomor 604/SE/PHDI-KAB/II/2026 yang berlangsung mulai Kamis (19/3) pukul 06.00 WIB hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WIB," jelasnya. 

Selama periode tersebut, seluruh aktivitas wisata dihentikan total. Bagi masyarakat Tengger, Nyepi adalah waktu untuk hening, jeda dari hiruk-pikuk dunia, termasuk pariwisata yang selama ini menjadi denyut ekonomi kawasan.

Namun, alasan penutupan tidak berhenti di sana. Di saat yang sama, momentum ini juga memberi ruang bagi pelaku wisata merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

"Penutupan akses wisata itu adalah bentuk penghormatan terhadap masyarakat Tengger yang melaksanakan Hari Raya Nyepi agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Di sisi lain, kami juga memberikan kesempatan bagi para pelaku wisata yang merayakan Idul Fitri dengan berkumpul bersama keluarga," katanya.

Ketika Bromo kembali dibuka, lanskapnya mungkin akan sama, lautan pasir, kawah berasap, dan matahari terbit yang magis. Namun makna di baliknya bahwa Destinasi Wisata bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan nilai.

"Semoga momen suci itu membawa kedamaian, mempererat rasa saling menghormati serta memberikan keberkahan bagi semuanya," pungkasnya.(Antara)