Nova Widianto Kembali ke Pelatnas PBSI, Awal Kebangkitan Ganda Campuran Indonesia?
Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:55
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-X/@INABadminton
Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi menunjuk Nova Widianto sebagai kepala pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI. Kembalinya legenda bulu tangkis Indonesia diharapkan menjadi awal kebangkitan sektor ganda campuran di level elite dunia.
Nova dipercaya menggantikan Rionny Mainaky yang mengakhiri kerja sama dengan PBSI pada akhir Juli setelah evaluasi terhadap program pembinaan sektor ganda campuran.
Bersama Rionny, asisten pelatih Amon Sunaryo juga tidak lagi melanjutkan tugasnya di Pelatnas.
BACA JUGA
PBSI Evaluasi Total Sektor Ganda Campuran, Pelatih Baru Diumumkan Agustus
PBSI Matangkan Tim untuk Asian Games 2026, Jojo dan Sabar/Reza Masuk Daftar Kandidat
Peringkat Jafar/Felisha Turun, Indonesia Tanpa Wakil di Daftar 10 Besar Ganda Campuran Dunia
“Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Eng Hian berharap kehadiran Nova mampu membawa perubahan positif bagi sektor ganda campuran Indonesia.
“Kami berharap kehadirannya dapat membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat daya saing pasangan-pasangan ganda campuran Indonesia, serta mengantarkan mereka meraih prestasi terbaik di berbagai turnamen internasional,” katanya.
Penunjukan ini sekaligus menjadi periode kedua Nova sebagai kepala pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI. Sebelumnya, ia pernah menempati posisi serupa pada 2021 sebelum menerima tantangan menangani tim nasional Malaysia.
Selama membesut Malaysia, Nova sukses mengembangkan sejumlah pasangan hingga mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Pencapaian paling menonjol terjadi saat mengantarkan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei menjadi pasangan ganda campuran Malaysia pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia BWF 2025. Pasangan itu mengalahkan pasangan China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin 21-15, 21-14 pada partai final di Paris.
Pengalaman itu diharapkan dapat ditularkan kepada para pemain Indonesia. Dalam waktu dekat, Nova akan mulai mempersiapkan sektor ganda campuran menghadapi Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus.
Indonesia akan mengandalkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Sementara, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan absen.
Sebagai mantan atlet, Nova merupakan salah satu ikon terbesar ganda campuran Indonesia. Bersama Liliyana Natsir, ia meraih gelar juara dunia pada 2005 dan 2007 serta mempersembahkan medali perak Olimpiade Beijing 2008.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!