ID EN

Jogja Run'nShine 2026 Digelar September, Hadiah Makin Beragam

Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:48

Penulis: Arif S

Konferensi pers Jogja Run'nShine 2026
Konferensi pers Jogja Run'nShine 2026 di Jakarta.
Sumber: Antara/Fajar Satriyo

Jogja Run'nShine 2026 kembali dengan konsep memadukan olah raga, seni, dan wisata. Tahun ini, penyelenggara tak hanya menargetkan lebih banyak peserta, tetapi juga meningkatkan hadiah agar pengalaman mengikuti ajang lari semakin berkesan.

Event yang dijadwalkan berlangsung pada 18-20 September 2026 di Yogyakarta itu menawarkan apresiasi lebih besar dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Jika pada edisi sebelumnya pemenang mendapatkan hadiah berupa paket Umrah dan perjalanan ke Thailand, kali ini hadiahnya semakin beragam. 

Peserta kategori Best Costume berkesempatan mendapatkan paket perjalanan ke Thailand, paket liburan ke Turki bagi juara kategori 5K, serta hadiah utama berupa paket Umrah untuk pemenang kategori 10K.

Direktur Marketing SIRAH Travel, Andi Fadly Arifuddin atau yang akrab disapa Fadly Padi, mengatakan peningkatan hadiah menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman lebih menarik bagi seluruh peserta.

“Peningkatan hadiah tersebut kami harap dapat memberikan pengalaman yang semakin menarik bagi peserta sekaligus memperkuat unsur perjalanan dan wisata yang menjadi bagian dari konsep acara. Semoga semakin banyak masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, hingga internasional, yang tertarik datang dan merasakan sendiri pengalaman yang ditawarkan melalui Jogja Run’nShine,” ujar Fadly.

Jogja Run'nShine 2026 merupakan hasil kolaborasi Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) bersama Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA), SIRAH Travel, Sedekat Imaji Rupa, dan MyRace Sports Organizer.

Sebanyak 3.500 pelari ditargetkan ambil bagian dalam ajang ini. Berbeda dari lomba lari pada umumnya, Jogja Run'nShine mengusung konsep sporty & artsy, yaitu perpaduan olahraga dengan pengalaman budaya dan kreativitas khas Yogyakarta.

Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, menegaskan Jogja Run'nShine bukan sekadar kompetisi lari, melainkan ruang untuk menikmati Yogyakarta secara menyeluruh.

"Jogja Run’nShine kami hadirkan bukan hanya sebagai sebuah ajang lari, tetapi sebagai ruang untuk merayakan Yogyakarta secara lebih utuh, sejalan dengan makna Renaissance yang menjadi inspirasi penyelenggaraannya," kata Alfatika.

Ia berharap penyelenggaraan tahun ini mampu menghadirkan pengalaman yang lebih kaya bagi setiap peserta.

"Tahun ini, kami ingin perluas lagi pengalaman tersebut dengan harapan, siapa pun yang datang tidak hanya berlari untuk hidup sehat, tetapi juga menemukan pengalaman, berinteraksi, dan membawa pulang cerita baru tentang Yogyakarta,” tambahnya.

Jogja Run'nShine 2026 akan mempertandingkan dua kategori utama, yaitu 5K dan 10K, dipadukan dengan berbagai aktivitas kreatif.

Direktur Sedekat Imaji Rupa, Galih Satrio, menjelaskan filosofi utama festival ini adalah menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan pengalaman emosional.

"Manusia yang utuh adalah mereka yang merawat raga dan rasanya secara berimbang. Semangat tersebut yang dibawa Run'nshine, di mana festival ini merupakan perwujudan olahraga dan olahrasa," kata Galih.

Sementara itu, Ketua KAHGAMA, Paripurna P. Sugarda, menilai ajang ini menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas komunitas untuk mempromosikan Yogyakarta sebagai destinasi yang kaya akan budaya sekaligus gaya hidup sehat.

"Kami ingin kontribusi alumni Hukum UGM tidak hanya hadir melalui ruang akademik dan profesional, tetapi juga melalui kegiatan yang sehat, kreatif, dan mampu memperkuat kebersamaan serta rasa cinta terhadap Yogyakarta,” kata Paripurna.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!