ID EN

Kelelahan Parah Jadi Penyebab Novak Djokovic Mundur dari ATP 500 Doha

Kamis, 12 Februari 2026 | 13:41

Penulis: Arif S

Petenis asal Serbia Novak Djokovic
Arsip - Petenis asal Serbia Novak Djokovic di turnamen tenis Australian Open di Melbourne.
Sumber: Antara/Xinhua/Wang Shen

Novak Djokovic tidak kalah di lapangan Doha. Ia bahkan belum sempat melangkah ke sana. Panitia turnamen Qatar ExxonMobil Open mengumumkan Djokovic mengundurkan diri dari ajang ATP 500 Doha karena kelelahan parah.

Keputusan itu langsung mengubah lanskap turnamen yang dijadwalkan pada 16-21 Februari 2026. Absennya juara 24 gelar Grand Slam itu bukan sekadar kehilangan nama besar, melainkan hilangnya salah satu magnet utama turnamen.

Djokovic datang ke awal musim 2026 dengan beban fisik tidak ringan. Petenis Serbia berusia 38 tahun itu mencapai final Australian Open ke-11 bulan lalu, ketika kalah dari petenis peringkat satu dunia Carlos Alcaraz dalam empat set.

Perjalanan panjang hingga final Melbourne diyakini menjadi faktor utama yang menguras energi sang veteran. 

Doha Kehilangan Raja Dua Kali Juara

Djokovic bukan sosok asing di Qatar Open. Ia memenangi gelar berturut-turut di Doha pada 2016-17, dengan catatan turnamen 15-3, menurut indeks menang/kalah ATP.

Rekor itu menjadikannya salah satu figur paling sukses dalam sejarah turnamen tersebut. Namun kali ini, Doha harus berjalan tanpa sang mantan juara.

Turnamen tetap sarat bintang. Dikutip dari ATP, Kamis, Alcaraz dan Jannik Sinner menjadi dua unggulan teratas di turnamen lapangan keras di Doha, yang dimulai Senin.

Alcaraz kalah dari Jiri Lehecka di Perempat Final debutnya di Doha tahun lalu, sementara Sinner melakukan penampilan pertamanya di turnamen tersebut.

Felix Auger-Aliassime, Alexander Bublik, Daniil Medvedev, dan Andrey Rublev termasuk di antara 20 petenis teratas lainnya dalam peringkat ATP yang akan tampil dalam Qatar Open tahun ini.

Dengan absennya Djokovic, fokus kini tertuju pada duel generasi baru yang dipimpin Alcaraz dan Sinner.

Fokus ke Indian Wells

Bagi Djokovic, keputusan mundur dari ATP 500 Doha tampaknya bagian dari strategi jangka panjang.

Djokovic selanjutnya dijadwalkan berkompetisi di ATP Masters 1000 di Indian Wells, di mana ia menyamai Roger Federer dengan lima gelar untuk pemilik trofi terbanyak.

Indian Wells adalah panggung lebih besar, lebih prestisius, dan lebih strategis dalam perebutan poin serta warisan sejarah. 

Menghemat energi di Februari bisa berarti memperpanjang daya saing di Maret dan seterusnya.

Doha Tetap Bergelimang Hadiah

Meski tanpa Djokovic, Qatar Open tetap menawarkan insentif finansial besar.

Total hadiah Qatar Open tahun ini sebesar 2.833.335 dolar AS atau sekitar Rp47,69 miliar untuk edisi 2026.

Juara tunggal akan mendapatkan 529.945 dolar AS atau sekitar Rp8,9 miliar. Pemenang ganda akan berbagi 174.050 dolar AS atau sekitar Rp2,9 miliar.