Italia Absen, Tiga Pelatih Asal Negeri Pizza Pimpin Tim di Piala Dunia 2026
Jumat, 3 April 2026 | 15:00
Penulis: Arif S

Sumber: Wikimedia
Absennya Timnas Italia dari Piala Dunia 2026 kembali menjadi luka lama yang belum sembuh. Namun di balik kegagalan itu, bayang-bayang Italia tetap hadir, bukan melalui pemain, melainkan dari tiga sosok pelatih di pinggir lapangan.
Gli Azzurri harus memperpanjang puasa tampil di Piala Dunia setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina pada final play-off.
Kekalahan tersebut memastikan Italia absen untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang paling prestisius Sepak Bola Dunia, kenyataan pahit bagi negara dengan sejarah besar di olahraga ini.
BACA JUGA
Italia Dekati Tiket Piala Dunia 2026, Ditantang Bosnia-Herzegovina di Final Playoff
16 Tim Eropa Berebut 4 Tiket Piala Dunia 2026, Italia Hadapi Jalan Terjal
Kisah di Balik Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026: Contekan Donnarumma Diambil Anak Gawang
Namun, cerita Italia tidak sepenuhnya hilang dari panggung global. Pengaruh Italia tetap ada melalui tiga pelatih asal Negeri Pizza di Piala Dunia 2026 yang memimpin negara berbeda dengan ambisi masing-masing.
Carlo Ancelotti dipercaya menangani Timnas Brasil. Ini menjadi pengalaman pertama pemenang lima trofi Liga Champions itu di level internasional setelah lebih dari tiga dekade berkarier di klub.
Sebagai pelatih dengan koleksi gelar elite, Ancelotti datang membawa ekspektasi tinggi. Ia melanjutkan tradisi Brasil sebagai satu-satunya negara yang selalu tampil di Piala Dunia, mengantar skuad Samba lolos melalui jalur kualifikasi.
Di tangan Ancelotti, publik menanti apakah sentuhan dinginnya mampu bersinar di panggung tim nasional.
Vincenzo Montella membawa sentuhan berbeda bersama Timnas Turki. Mantan penyerang yang dikenal dengan selebrasi ikoniknya itu sukses mengakhiri penantian panjang Turki untuk kembali ke Piala Dunia sejak 2002.
Di bawah arahannya, Turki tampil sebagai tim solid dengan perpaduan talenta lokal dan bintang Eropa. Nama seperti Arda Guler menjadi simbol generasi baru yang siap bersaing di panggung dunia.
Nama berikutnya adalah Fabio Cannavaro, legenda yang pernah mengangkat Trofi Piala Dunia 2006.
Kini, ia berdiri sebagai Pelatih Timnas Uzbekistan, tim yang mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sebagai negara merdeka.
Cannavaro melanjutkan fondasi yang telah dibangun sebelumnya, namun kontribusinya tetap signifikan.
Dalam enam laga persahabatan, Uzbekistan meraih lima kemenangan dan hanya sekali kalah, sinyal positif menjelang turnamen besar.
Meski Italia absen sebagai tim, DNA sepak bola mereka tetap hidup. Dari taktik hingga filosofi permainan, warisan itu kini tersebar lintas benua. Sentuhan Italia tetap hidup, bahkan tanpa kehadiran Gli Azzurri di Piala Dunia 2026.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!