Jepang Jadi Inspirasi, Indonesia Perkuat Pengembangan Wisata Gastronomi dan Budaya
Rabu, 1 April 2026 | 13:30
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Di Jepang, pengalaman wisata tak berhenti pada lanskap atau kuil bersejarah. Pengalaman wisata juga bisa dirasakan dalam semangkuk ramen hangat, ritual menyeduh teh, hingga detail kecil penyajian makanan sarat makna budaya. Pendekatan inilah menarik perhatian Kementerian Pariwisata untuk dipelajari lebih dalam.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tertarik belajar dari Jepang melalui Japan Tourism Agency (JTA) dalam mengembangkan pariwisata, khususnya bidang gastronomi .
“Kami melihat bagaimana Jepang berhasil menjadikan gastronomi sebagai bagian penting dari daya tarik pariwisatanya. Indonesia juga tengah mengembangkan pendekatan serupa melalui program Wonderful Indonesia Gastronomy," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam kdi Jakarta, Selasa.
BACA JUGA
Dua Restoran Indonesia Masuk Daftar 50 Terbaik Asia 2026
Pemerintah Pastikan Wisata Lebaran Aman dan Nyaman untuk Traveler
DestinAsian Awards 2026: Bali Ungguli Destinasi Thailand dan Maladewa
Widiyanti berharap Japan Tourism Agency (Badan Pariwisata Jepang), yang dipimpin Komisioner Shigeki Murata dapat menjadi mitra dalam pengembangan jejaring gastronomi.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Jepang telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi yang berhasil mengangkat kuliner menjadi identitas wisata.
Dari pasar tradisional hingga restoran berbintang Michelin, pengalaman gastronomi di Jepang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan wisata.
Widiyanti menyampaikan ketertarikan Indonesia untuk mempelajari strategi Jepang dalam mengembangkan sektor pariwisata, termasuk target ambisius Negeri Sakura mendatangkan 60 juta Wisatawan Mancanegara pada 2030.
Strategi tersebut dinilai relevan untuk Indonesia yang juga tengah memperkuat daya saing pariwisata melalui pengembangan destinasi berkualitas dan pengelolaan arus wisatawan berkelanjutan.
Lebih jauh, ia menyoroti gastronomi bukan sekadar soal makanan, melainkan representasi identitas sebuah bangsa.
Jepang dinilai berhasil menjadikan kuliner sebagai salah satu daya tarik utama yang memperkuat citra pariwisata globalnya.
Di sisi lain, Indonesia juga tengah bergerak. Saat ini, Indonesia memimpin pengembangan ASEAN Gastronomy Network. Tujuannya menghubungkan kekayaan kuliner, pertanian, dan tradisi budaya sebagai bagian dari pengalaman wisata di Asia Tenggara.
Dengan latar belakang itu, pertemuan ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar dialog formal. Widiyanti ingin menjadikannya sebagai momentum untuk memperdalam kerja sama strategis, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan merancang masa depan pariwisata lebih berkelanjutan.










