John Herdman Sebut Peran Sananta Seperti Giroud Usai Gagal Cetak Gol di Laga Perdana FIFA Series
Minggu, 29 Maret 2026 | 22:11
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: AntaraNews
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan pembelaan terhadap performa Ramadhan Sananta usai kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis national football team di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026, lalu.
Sorotan terhadap Sananta mencuat setelah striker berusia 23 tahun itu gagal mencetak gol meski tampil selama 72 menit. Kritik dari publik, khususnya di media sosial, pun tak terhindarkan.
Namun, Herdman menilai kontribusi Sananta tak bisa hanya diukur dari jumlah gol. Ia justru mengapresiasi peran penting sang pemain dalam skema permainan tim.
BACA JUGA
John Herdman Tegaskan Jalan Menuju Timnas Senior Bukan Naturalisasi
Menuju FIFA Series 2026: 41 Pemain Timnas Indonesia Dipanggil John Herdman
Jordi Amat Bongkar Isi Chat dengan John Herdman, Awal Pendekatan Pelatih Baru Timnas Indonesia
"Beberapa komentar di media sosial tidak pantas. Kita harus punya standar yang lebih baik sebagai bangsa. Perannya adalah membuka ruang, menjadi lini pertama dalam pressing," kata Herdman di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 29 Maret 2026.
Herdman kemudian membandingkan peran Sananta dengan striker Timnas Prancis, Olivier Giroud, yang tetap menjadi bagian vital saat menjuarai Piala Dunia 2018 meski tanpa mencetak gol.
"Jika Anda lihat Olivier Giroud, dia pernah tidak mencetak gol di Piala Dunia (2018), tapi tidak dikritik karena kontribusinya untuk tim," tambah dia.
Menurut Herdman, Sananta memiliki karakter permainan aktif membuka ruang dan mendukung rekan-rekannya di lini depan.
Ia juga menyoroti pergerakan tanpa bola Sananta yang dinilai sangat membantu pemain lain seperti Beckham Putra dan Ole Romeny dalam menciptakan peluang.
"Sananta adalah pemain seperti itu. Dia bermain untuk tim," kata Herdman menegaskan pentingnya peran Sananta.
"Pergerakannya membuka ruang bagi Ole Romeny, Ragnar, Beckham, dan lainnya. Jadi saya harap suporter bisa lebih tenang dan menghargai kerja kerasnya. Dia sangat bangga menjadi orang Indonesia, dan sulit melihat kritik berlebihan terhadap pemain seperti dia. Kita harus menjadi lebih baik sebagai bangsa," tambah dia.
Secara statistik, Sananta tetap menunjukkan kontribusi positif. Bersama DPMM FC di Liga Malaysia musim ini, ia telah mencatatkan empat gol dan dua assist.
Sementara itu, di level timnas senior Indonesia, pemain kelahiran Daik, Sumatera Utara tersebut telah mengoleksi 17 caps dan mencetak enam gol.
"Kami membutuhkan Ramadhan Sananta," kata Herdman.










