ID EN

John Herdman Tegaskan Jalan Menuju Timnas Senior Bukan Naturalisasi

Minggu, 1 Februari 2026 | 15:11

Penulis: Respaty Gilang

John Herdman
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
Sumber: Antara/Rauf Adipati

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan bahwa jalan menuju timnas senior tidak dibangun secara instan. Menurutnya, pemanggilan pemain ke level tertinggi seharusnya berangkat dari proses pembinaan berjenjang di tim nasional kelompok umur, bukan semata-mata melalui Naturalisasi.

Dalam siklus baru Timnas Indonesia yang menatap target besar menuju Piala Asia 2027 dan proyeksi jangka panjang ke Piala Asia 2030, Herdman menilai konsistensi jalur pembinaan menjadi kunci utama keberhasilan.

Tim kepelatihan, kata Herdman, akan terus memantau perkembangan pemain di berbagai level, termasuk saat agenda FIFA Series pada Maret 2026. Selain itu, perhatian khusus juga diarahkan ke timnas U-23 yang akan berlaga di Asian Games 2026, serta timnas U-20 yang kini ditangani Nova Arianto.

Dari sanalah fondasi timnas senior dibangun. Herdman menekankan bahwa kekuatan utama Timnas Indonesia seharusnya lahir dari kesinambungan antargenerasi, bukan ketergantungan pada solusi instan.

"Nah, menurut saya tim U-20 dan U-23 adalah jalur menuju tim senior," kata John Herdman.

Bagi pelatih asal Inggris tersebut, keselarasan menjadi aspek krusial. Ia menilai bahwa kesamaan kerangka budaya dan pendekatan taktik di semua level timnas akan memudahkan transisi pemain muda ke level senior.

"Saya pikir sangat penting adanya keselarasan kuat dalam kerangka budaya dan kerangka taktik."

Filosofi bermain yang ingin dibangun Herdman di timnas senior diharapkan dapat diterapkan secara konsisten hingga ke timnas kelompok umur. Dengan begitu, setiap pemain yang naik level sudah memahami tuntutan permainan, standar kerja, dan nilai-nilai yang dipegang tim nasional.

"Jadi, saya akan melakukan segala upaya untuk pertama, berbagi filosofi saya," kata Herdman.

"Kedua, melibatkan orang-orang dalam sistem tersebut dengan tim nasional, dan memastikan kita merasa seperti sebuah keluarga," lanjutnya.

Herdman juga menegaskan bahwa pemain muda tidak bisa begitu saja dilempar ke timnas senior tanpa kesiapan menyeluruh. Adaptasi terhadap lingkungan, beban latihan, hingga detail teknis menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

"Mereka memahami standar, persyaratan ilmu olahraga, protokol pemulihan, proses rehidrasi, proses nutrisi, intensitas kerja kita, dan tingkat detail teknis dalam bahasa."

Menurut Herdman, tim kepelatihan telah bekerja keras menciptakan lingkungan yang membuat pemain muda merasa nyaman mengekspresikan diri dan identitas mereka saat membela Merah Putih.

"Saya pikir kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam memungkinkan pemain muda kami untuk segera mengekspresikan diri, perasaan, dan identitas mereka."

Sebagai penutup, Herdman mengibaratkan pembangunan Timnas Indonesia layaknya proses memasak di dapur, di mana setiap elemen memiliki peran penting dalam menciptakan hasil terbaik.

"Kami seperti koki di dapur. Dia menambahkan beberapa bahan. Saya menambahkan bahan saya, tetapi pada akhirnya, bintang Michelin adalah apa yang kita semua perjuangkan," pungkas Herdman.