ID EN

Pelabuhan Benoa Dibuka Lagi, Layani Wisata Kapal Pesiar dan Mudik Lebaran

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:00

Penulis: Arif S

Pelabuhan Benoa
Pelabuhan Benoa kembali dibuka setelah periode Nyepi.
Sumber: Antara/HO-Pelindo Benoa

Setelah periode Nyepi, Pelabuhan Benoa kembali membuka gerbangnya, ditandai dengan kedatangan Kapal Pesiar MS Volendam. Kapal berbendera Belanda ini merapat pada Jumat pukul 07.00 WITA, hanya satu jam setelah pelabuhan kembali beroperasi. 

Kapal sepanjang 237 meter ini membawa 975 penumpang dan 617 kru, melanjutkan rute pelayaran dari Australia menuju Singapura, setelah sebelumnya singgah di Pulau Komodo.

General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gde Agung Mataram, menekankan komitmen operasional yang tetap selaras dengan kebutuhan wisata dan mobilitas masyarakat. 

“Pelindo memastikan operasional pelabuhan dapat kembali berjalan optimal setelah periode Nyepi, sekaligus tetap mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas pariwisata,” ujarnya di Denpasar, Jumat.

Selama satu malam, kapal pesiar itu bersandar di Benoa, memberi jeda bagi para pelancong untuk menapaki Bali, pulau yang tak hanya dikenal lewat lanskapnya, tetapi juga ritus budayanya. 

Esok hari, Sabtu 21 Maret pukul 17.00 WITA, kapal dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Singapura.

Benoa bukan sekadar gerbang Wisata Internasional. Di balik kedatangan kapal pesiar, pelabuhan ini juga memainkan peran vital dalam arus Mudik Lebaran 2026. 

Tiga kapal milik Pelni, KM Awu, Tilongkabila, dan Binaiya menjadi tulang punggung mobilitas penumpang menuju berbagai wilayah di Nusa Tenggara. Sementara KM Leuser dialihkan untuk membantu kepadatan di pelabuhan lain.

Agung menambahkan berbagai penyesuaian operasional telah dilakukan sebelum dan setelah Nyepi. 

“Penyesuaian operasional dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, serta kelancaran pelayanan kapal dan penumpang,” ucapnya.

Proyeksi sementara periode 7 Maret hingga 7 April 2026, Pelabuhan Benoa melayani sekitar 4.480 penumpang dengan delapan kunjungan kapal. 

Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.424 penumpang, namun tetap mencerminkan denyut perjalanan di tengah dinamika musim liburan.

Di Benoa, laut adalah pertemuan tradisi dengan perjalanan modern. Dari sunyi Nyepi hingga riuh kedatangan kapal pesiar, pelabuhan ini sekali lagi membuktikan dirinya sebagai simpul penting, penghubung Bali dengan dunia.