ID EN

Dari Rancabuaya ke Sendang Biru, Pesona Wisata di Jalur Pantai Selatan Jawa

Rabu, 18 Maret 2026 | 17:00

Penulis: Arif S

Jalur Pantai Selatan
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong pemudik memanfaatkan jalur pantai selatan.
Sumber: Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong masyarakat memanfaatkan Jalur Pantai Selatan bukan hanya sebagai alternatif Mudik Lebaran 2026, tetapi juga sebagai pintu masuk menuju potensi wisata yang selama ini kerap terlewatkan. Jalur ini membentang lebih dari 1.500 kilometer, menghubungkan lima provinsi dari Banten hingga Jawa Timur.

“Jalur pantai selatan dapat menjadi alternatif perjalanan mudik bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi kepadatan di jalur utama seperti kawasan Cikampek, jalur ini juga memiliki potensi wisata yang sangat menarik karena melewati kawasan pantai selatan Pulau Jawa,” Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Berbeda dengan jalur utara yang identik dengan kepadatan dan industrialisasi, pansela menawarkan ritme yang lebih lambat.

Di Pulau Jawa bagian selatan, perjalanan menjadi pengalaman visual berlapis. Ombak Samudra Hindia menghantam karang, sementara garis pantai membuka ruang bagi pantai yang masih alami. 

Di sepanjang rute, Pantai Rancabuaya dan Pantai Pangandaran di Jawa Barat menawarkan lanskap dramatis. Sementara Pantai Parangtritis menghadirkan perpaduan mitos dan horizon tak berujung.

Lebih ke timur, perjalanan berujung di kawasan Pantai Sendang Biru, gerbang menuju Pulau Sempu dengan laguna tersembunyinya.

Namun, potensi wisata ini tidak berdiri sendiri. Ia ditopang peningkatan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah. 

Salah satunya rehabilitasi Jembatan Cidahon di ruas Cilaki-Rancabuaya, Kabupaten Garut, yang kini telah rampung sepenuhnya. 

Perbaikan ini menjadi bagian dari upaya memastikan perjalanan tidak hanya indah, tetapi juga aman.

Selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026, kesiapan jalur ini diperkuat dengan kehadiran ratusan posko di berbagai titik strategis. 

Secara nasional, 496 posko mudik disiagakan, ditambah 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) untuk mendukung penanganan darurat.

Di balik angka-angka tersebut, pansela menawarkan sesuatu yang lebih subtil: kesempatan untuk memperlambat perjalanan. 

Jalur ini mengajak pelintasnya untuk berhenti sejenak, menyaksikan matahari tenggelam di ufuk selatan, mencicipi hasil laut segar, atau sekadar merasakan angin asin dari samudra.