ID EN

Wamenpar Ingatkan Destinasi Wisata Bebas Pungli Saat Libur Lebaran dan Nyepi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:00

Penulis: Arif S

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.
Sumber: Kemenpar

Menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menaruh perhatian khusus pada kenyamanan wisatawan yang diperkirakan memadati berbagai destinasi di Indonesia.

Dalam kunjungannya ke kawasan pantai di Anyer, Banten, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengingatkan pemangku kepentingan untuk memastikan Destinasi Wisata tetap ramah bagi pengunjung, termasuk bebas dari praktik pungutan liar.

“Tidak boleh ada juga kenaikan tarif yang berlebihan. Hal ini harus dipastikan agar masyarakat dan wisatawan benar-benar merasa aman dan nyaman saat berkunjung," ujar Ni Luh Puspa dalam keterangannya, Jumat.

Lonjakan Wisatawan Saat Musim Liburan

Peringatan tersebut muncul seiring proyeksi meningkatnya mobilitas wisatawan selama musim libur tahun ini. Pemerintah memperkirakan pergerakan Wisatawan Domestik dapat mencapai sekitar 144 juta orang.

Sebagian besar arus wisata diprediksi mengalir ke destinasi pantai yang mudah dijangkau dari kota besar, termasuk kawasan pesisir di Provinsi Banten dari Carita hingga Tanjung Lesung.

Di wilayah tersebut, pemerintah daerah menargetkan jumlah Kunjungan Wisatawan sekitar dua juta orang selama periode libur Nyepi dan Lebaran.

Lonjakan jumlah pengunjung seperti ini kerap menjadi momen rawan munculnya praktik pungutan liar, mulai dari tarif parkir tidak wajar hingga kenaikan harga tiket masuk dan makanan melampaui tarif resmi.

Menjaga Citra Pariwisata Indonesia

Dalam peninjauan kesiapan destinasi wisata di kawasan Anyer, Wamenpar menekankan pengawasan terhadap praktik semacam itu penting untuk menjaga reputasi pariwisata Indonesia.

Ia menyayangkan praktik pungli masih ditemukan di beberapa destinasi, terutama ketika jumlah wisatawan meningkat tajam pada musim liburan.

Menurutnya, pengalaman buruk yang dialami wisatawan akibat tarif tidak wajar dapat merusak citra destinasi dan menurunkan kepercayaan pengunjung.

Karena itu, pemerintah meminta keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola destinasi, untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.

Keamanan dan Keselamatan Jadi Prioritas

Selain persoalan tarif dan pungli, aspek keselamatan wisatawan juga menjadi perhatian utama pemerintah, terutama di kawasan pantai.

"Kami ingin memastikan seluruh aspek dipersiapkan dengan baik dan mendapatkan perhatian ekstra. Mudah-mudahan liburan kali ini dapat berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan,” kata Ni Luh Puspa.

Faktor cuaca, kondisi ombak, hingga kesiapan petugas keselamatan menjadi bagian penting, terutama di destinasi pesisir yang menjadi favorit wisatawan domestik.