ID EN

Lapangan Golf di Kebun Teh Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Olahraga

Kamis, 12 Maret 2026 | 19:00

Penulis: Arif S

Turnamen golf
Ilustrasi - Turnamen golf.
Sumber: Envato

Negara bagian Assam di India menjajaki cara baru memadukan olahraga dan Pariwisata melalui Lapangan Golf unik di tengah perkebunan teh. Lapangan golf di kebun teh yang dikenal sebagai “tea-tees”, berpotensi menjadi daya tarik wisata khusus jika  pengembangannya berjalan sesuai rencana.

Gagasan tersebut mengemuka setelah pegolf profesional India Arjun Atwal bersama Gaurav Ghosh dari perusahaan perdagangan teh J Thomas & Co bertemu dengan Kepala Sekretaris Assam Ravi Kota.

Pertemuan itu membahas potensi pengembangan lapangan golf di perkebunan teh menjadi sirkuit wisata dan olahraga.

Assam memiliki sekitar 23 lapangan golf semacam ini. Banyak di antaranya berupa lapangan alami dengan sembilan hole di tengah lanskap kebun teh hijau dan bergelombang.

Sejumlah perkebunan bahkan memiliki bungalow bersejarah yang memungkinkan wisatawan merasakan pengalaman unik. Menginap di tengah hamparan kebun teh sambil bermain golf dan menjelajahi kawasan penghasil teh terkenal di India.

Menurut Ravi Kota, kombinasi antara warisan perkebunan teh, lanskap alam yang indah, dan tradisi olahraga menjadikan “tea-tees” Assam sebagai daya tarik langka bagi wisatawan maupun pecinta golf dari berbagai negara.

“Lapangan golf di kebun teh Assam merupakan perpaduan langka antara warisan teh, lanskap alam, dan tradisi olahraga. Warisan sejarah dan lokasinya yang unik memiliki potensi untuk menarik para penggemar golf dan wisatawan dari seluruh negeri maupun mancanegara,” ujar Kota usai pertemuan.

Atwal, satu-satunya pegolf India yang pernah menjuarai turnamen di PGA Tour menilai lapangan golf di Assam memiliki potensi wisata sangat besar, meski sebagian di antaranya belum dikelola secara optimal.

“Saya akan kembali berdiskusi dengan tim saya di Amerika Serikat untuk menyusun peta jalan. Sebagai langkah awal, kami mungkin akan memilih satu lapangan golf sebagai proyek percontohan dan mengembangkannya menjadi fasilitas modern. Pada akhirnya, semua pemangku kepentingan diharapkan dapat ikut bergabung,” kata Atwal.

Ia bahkan menyebut lapangan golf di perkebunan teh Assam sebagai “tambang emas” karena desain alaminya yang luar biasa. 

Atwal juga mengusulkan pembentukan Assam Golf Trail, yaitu jaringan lapangan golf yang saling terhubung, mirip dengan Robert Trent Jones Golf Trail di Amerika untuk menempatkan Assam dalam peta Wisata Golf dunia.

“Ini akan sangat baik bagi pariwisata dan juga menguntungkan bagi para investor, khususnya investor asing yang datang ke negara bagian ini, karena banyak dari mereka juga bermain golf,” katanya, seraya menambahkan model pendapatan dari proyek tersebut berpotensi berkelanjutan jika konsepnya berkembang.

Atwal juga membahas kemungkinan mendirikan akademi golf di sekitar lapangan-lapangan tersebut. 

Akademi ini diharapkan dapat membina talenta muda sekaligus meningkatkan standar Olahraga Golf di wilayah itu.

Sebagai langkah berikutnya, pemerintah Assam meminta pemangku kepentingan untuk menyusun proposal rinci yang memuat konsep serta peta jalan pengembangan lapangan golf perkebunan teh sebagai inisiatif pariwisata dan olahraga.

Pemerintah kemudian akan berkonsultasi dengan pengelola perkebunan teh dan pihak terkait lainnya untuk mengeksplorasi lebih lanjut proposal tersebut.

Jika terealisasi, rencana ini tidak hanya akan menampilkan lanskap kebun teh Assam kepada dunia, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata dan olahraga di wilayah tersebut.(assamtribune)