ID EN

Wisata Golf Mewah Murah Kamboja Tantang Dominasi Thailand dan Vietnam

Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:00

Penulis: Arif S

Golf Tourism
Ilustrasi - Wisata golf menjadi tren global.
Sumber: Envato

Pariwisata golf Asia Tenggara memasuki babak baru. Kamboja muncul sebagai kuda hitam yang memposisikan diri sebagai destinasi Golf Premium dengan harga lebih ramah kantong.

Dengan 12 lapangan, termasuk desain kelas dunia dari Nick Faldo dan Jack Nicklaus, Kamboja siap menantang raksasa kawasan seperti Thailand dan Vietnam.

Salah satu ikon pertumbuhan ini adalah Vattanac Golf Resort, yang menawarkan dua lapangan rancangan Nick Faldo. Infrastruktur baru seperti bandara internasional dan jalan tol memperkuat daya tarik tersebut.

Direktur Golfasian (Cambodia) Co., Win Zaw mengatakan minat terhadap pariwisata golf di Kamboja telah tumbuh secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Faktor harga menjadi pembeda utama.

“Kami melihat semakin banyak pegolf memilih Kamboja. Salah satu faktor utamanya adalah lapangan kami benar-benar meningkat kualitasnya. Banyak yang kini memenuhi standar internasional tertinggi, tetapi masih jauh lebih terjangkau dibandingkan beberapa destinasi lain,” ujarnya.

Meski jumlah lapangan masih kalah jauh dari Thailand (hampir 300) dan Vietnam (lebih dari 200), Kamboja justru menjual eksklusivitas.

“Kamboja menawarkan pengalaman golf lebih intim dan imersif secara budaya dibandingkan dengan penawaran yang lebih terkomersialisasi di Thailand dan Vietnam. Liburan golf mewah yang terjangkau adalah salah satu cara utama untuk meningkatkan pariwisata golf Kamboja,” jelas Zaw.

Tak hanya bermain golf, wisatawan juga memburu Pengalaman Budaya seperti kunjungan ke Angkor Wat, Royal Palace of Cambodia, hingga Tuol Sleng Genocide Museum.

Pasar utama datang dari Korea Selatan saat musim dingin, serta China, Malaysia, dan Singapura

Sementara itu, wisatawan dari Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan Prancis mendominasi pasar jarak jauh dengan pengeluaran tinggi.

“Para pelancong ini umumnya kelas atas, menginap di akomodasi bintang empat hingga lima dan menghabiskan lebih dari 1.000 dolar AS per perjalanan,” kata Zaw.

Dengan tambahan tiga lapangan berstandar internasional dalam beberapa tahun mendatang, Kamboja berambisi menjadi destinasi golf paling kompetitif di Asia Tenggara.

“Yang membuat Kamboja istimewa adalah perpaduan sempurna antara golf yang hebat, budaya yang kaya, dan kehidupan lokal autentik. Jika kita terus menonjolkan itu, serta terus meningkatkan infrastruktur dan akses perjalanan, kita benar-benar akan menonjol di kawasan ini,” tambah Thourn.

Jika tren ini berlanjut, peta Wisata Golf Asia Tenggara bisa segera berubah, dan Kamboja siap menjadi pusat perhatian berikutnya.(ttgasia)***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!