Sean Gelael Melesat dari P11 ke P4, Bukti Mental Baja Pembalap Indonesia di GTWCE 2025
Senin, 13 Oktober 2025 | 19:46
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: seangp
Semangat balap memang tak pernah padam dalam diri Sean Gelael. Di ajang GT World Challenge Europe (GTWCE) - Endurance Cup 2025 yang digelar di Sirkuit Catalunya, Spanyol, Minggu, 12 Oktober 2025, waktu setempat, pembalap Indonesia itu kembali menunjukkan kelasnya. Start dari posisi ke-11, Sean tampil agresif dan penuh determinasi hingga berhasil finis di posisi keempat kelas Bronze Cup bersama Tim Paradine Competition 991.
Bagi penggemar otomotif, performa seperti ini bukan sekadar soal kecepatan, tapi juga tentang mental baja dan strategi matang di atas lintasan.
Start dari Belakang, Finis di Depan
BACA JUGA
Usai Lewati 8 Jam Pertarungan, Sean Gelael Menutup Musim WEC 2025 dengan Gengsi
Misi Besar Pembalap Indonesia Sean Gelael: Akhiri Tren Nyaris Juara dan Menang di Le Mans
Begitu lampu start padam, Sean langsung menggeber BMW M4 GT3 Evo miliknya dengan ritme yang stabil namun penuh tekanan terhadap rival di depannya. Dalam beberapa lap pertama, ia berhasil menyalip sejumlah pembalap dan naik ke posisi ketujuh, sebelum kemudian terus mendesak hingga mencapai posisi kedua.
Aksi konsisten dan cermat seperti ini menegaskan reputasinya sebagai salah satu pembalap endurance paling berpengalaman dari Asia. Di ajang yang menuntut kecepatan sekaligus konsistensi selama berjam-jam, Sean membuktikan dirinya mampu bersaing di level tertinggi.
Rekan satu timnya, Jake Dennis, yang juga dikenal sebagai juara Formula E 2023, menjadi pembalap terakhir yang menutup race dengan apik. Walau harus bersaing ketat dengan mobil-mobil dari kelas yang lebih tinggi, Dennis sukses menjaga posisi hingga garis finis dan memastikan tim menempati posisi keempat di Bronze Cup, hasil yang solid dan penuh determinasi.
“Ya, alhamdulillah mobil hari ini bagus dan kami membalap dengan kompetitif. Cuaca juga mendukung karena tidak panas dan tidak juga hujan, sehingga kami bisa memaksimalkan pemakaian ban,” ujar Sean Gelael dalam keterangan resmi, Senin, 13 Oktober 2025.
Bagi Sean, kunci keberhasilan bukan hanya pada kecepatan, tapi juga kemampuan membaca kondisi trek dan menjaga ritme balapan. Konsistensi dalam setiap lap menjadi hal krusial di dunia endurance racing, dan hal itu kembali terlihat dalam performanya kali ini.
Menuju Akhir Musim yang Menegangkan
Setelah menutup rangkaian balapan di GTWCE dengan hasil gemilang, Sean kini bersiap menghadapi FIA World Endurance Championship (WEC). Seri pamungkas akan digelar pada 8 November 2025 di 8 Hours of Bahrain, ajang yang selalu jadi favorit para penggemar balap karena atmosfernya yang intens dan dramatis.
Bagi Sean, ajang di Bahrain nanti bukan sekadar penutup musim, melainkan momentum untuk membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di kancah global. Dengan pengalaman panjang di lintasan dan performa yang makin matang, banyak yang menantikan kiprahnya di seri pamungkas tersebut.
BMW M4 GT3 Evo: Partner Andal di Balik Kesuksesan
Kesuksesan Sean tentu tak lepas dari performa mobil BMW M4 GT3 Evo yang menjadi andalan tim Paradine Competition. Mobil ini dikenal dengan aerodinamika yang efisien, handling yang stabil, serta daya tahan tinggi, elemen penting dalam balapan endurance.
Kombinasi kemampuan teknis dan keuletan pembalap menjadi resep utama keberhasilan mereka di Catalunya. Dalam dunia balap, sinergi antara manusia dan mesin adalah segalanya dan kali ini, keduanya benar-benar menyatu di lintasan.










