ID EN

Jelang FIFA Series, Situasi Timur Tengah Dikhawatirkan Ganggu Penerbangan Pemain Diaspora

Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:29

Penulis: Arif S

Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga.
Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga.
Sumber: Antara/Rauf Adipati

Menjelang FIFA Series 2026, muncul kekhawatiran situasi di Timur Tengah akan memengaruhi penerbangan para Pemain Diaspora timnas Indonesia. Kekhawatiran itu disampaikan anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Arya Sinulingga

Arya mengatakan situasi penerbangan internasional, terutama yang melibatkan rute dari Eropa dan kawasan Timur Tengah, masih belum pasti. Karena itu, lanjutnya, PSSI harus mencari opsi perjalanan terbaik bagi para pemain.

Menurut Arya, federasi bahkan belum memastikan pembelian tiket pesawat bagi para pemain yang merumput di Eropa. Hal ini karena PSSI masih memantau perkembangan situasi internasional dan mempertimbangkan jalur perjalanan alternatif.

"Situasi sekarang kita belum tahu bagaimananya, lewat mana. Apakah lewat Amerika Serikat atau tidak, kita belum tahu juga. Nanti kita lihat urgensi sekuat-kuatnya dari bagaimana apakah pelatih bisa mencari langkah-langkah. Nanti kita cari mana yang terbaik nantinya," ujar Arya, Jumat.

Timnas Indonesia dijadwalkan tampil dalam turnamen FIFA Series pada akhir Maret mendatang. Pasukan Garuda akan menghadapi St Kitts and Nevis pada 27 Maret. 

Pemenang pertandingan itu kemudian akan bertemu pemenang duel antara Bulgaria melawan Solomon Islands pada 30 Maret.

Selain persoalan penerbangan, Arya juga menyoroti waktu persiapan tim yang berpotensi sangat terbatas karena beririsan dengan momen Lebaran. 

Sebagian besar pemain baru bisa bergabung setelah kompetisi domestik selesai, sementara mereka juga ingin merayakan hari raya bersama keluarga.

"Sekarang tanggal pertengahan akhir Liga (Super) sudah berhenti, harusnya sudah bisa sebagian besar (datang), mungkin. Tapi, mepet juga dengan Lebaran. Pasti pemain kita juga ingin pulang Lebaran. Ini waktu yang singkat bagi pelatih untuk mengumpulkan mereka," katanya.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, disebut masih mempertimbangkan waktu terbaik untuk mengumpulkan skuad dalam pemusatan latihan sebelum turnamen berlangsung.

"Dia (John Herdman) juga melihat Lebaran. Nanti kita lihat bagaimana. Pasti ada langkah-langkah," kata Arya.

Arya juga menyinggung situasi Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, yang sebelumnya sempat absen dari skuad timnas. Menurutnya, keputusan tersebut bukan dari pelatih, melainkan dari sang pemain yang saat itu memilih fokus bersama klubnya, Ipswich Town.

"Elkan Baggott? Sebenarnya bukan di pelatih, di pemain saat itu. Dia lebih fokus ke klub saat itu. Jadi, ini belum tahu, sesuai kebutuhan saja," katanya.

Arya menegaskan pemanggilan pemain ke timnas akan selalu disesuaikan dengan kebutuhan pelatih dan kondisi skuad menjelang setiap agenda internasional.

"Di posisinya Elkan bagaimana? Banyak? Nanti banyak pilihan-pilihan," pungkasnya.