ID EN

Lebaran 2026 di Jakarta: Diskon Mal, Transportasi Gratis dan Hotel Promo

Rabu, 4 Maret 2026 | 18:30

Penulis: Arif S

Monumen Nasional (Monas) Jakarta
Arsip - Monumen Nasional (Monas) Jakarta.
Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat

Di saat jutaan orang bersiap meninggalkan kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak warganya melakukan hal sebaliknya, tetap tinggal dan merayakan Idul Fitri di ibu kota. Tahun ini, Pemprov DKI mengusung tema Mudik ke Jakarta untuk perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengajak masyarakat menjadikan Jakarta sebagai destinasi liburan Lebaran, bukan sekadar kota yang ditinggalkan.

“Idul Fitri ini kami mengambil tema Mudik Ke Jakarta. Kami mengajak semua berlebaran di Jakarta,” ujar Pramono di Jakarta.

Jakarta Lebih Lengang, Lebih Intim

Lebaran di Jakarta selalu menghadirkan suasana berbeda. Jalanan yang biasanya padat berubah lengang, udara lebih bersih, dan ruang publik menjadi lebih nyaman dijelajahi. 

Pemprov DKI ingin menjadikan momen tersebut sebagai pengalaman wisata urban yang menyenangkan.

Bagi warga yang tidak mudik, Pemprov menyiapkan berbagai program khusus. Salah satunya diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan menjelang hari raya.

“Kami berikan diskon mulai dari 50 persen hingga 70 persen nantinya di pusat perbelanjaan bagi warga Jakarta,” katanya.

Selain itu, akses menuju berbagai destinasi di ibu kota juga dibuat semakin mudah. Moda Transportasi Publik seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta digratiskan selama perayaan Lebaran, termasuk layanan Mikrotrans.

“Warga dapat memanfaatkan di hari lebaran nanti berjalan-jalan dengan moda Transportasi Umum dengan gratis,” katanya.

Staycation Lebaran di Jantung Kota

Tak hanya belanja dan transportasi, sektor perhotelan juga diajak berpartisipasi. Pemprov DKI menghadirkan diskon khusus bagi warga yang ingin menikmati pengalaman menginap di hotel di Jakarta selama Idul Fitri.

Staycation bisa menjadi cara baru menikmati Jakarta. Menyusuri Kawasan Bersejarah, menikmati kuliner legendaris, atau sekadar berjalan santai di taman kota tanpa hiruk-pikuk khas hari kerja.

Di era digital, silaturahmi tak lagi dibatasi jarak. Pemerintah mendorong warga memanfaatkan teknologi untuk tetap terhubung dengan keluarga di kampung halaman.

“Warga bisa video call dengan keluarga seharian penuh,” katanya.

Menurut Pramono, keputusan untuk tidak mudik juga berdampak pada pengelolaan keuangan keluarga.

“Mudik menggunakan mobil dan motor tentu melelahkan dan juga menguras tabungan,” katanya.

Tetap Ada Pilihan untuk Pulang

Meski mengusung tema Mudik ke Jakarta, Pemprov DKI tetap memfasilitasi warga yang ingin pulang kampung melalui program Mudik Gratis bagi 26.500 orang pada Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Bagi yang ingin mudik dipersilakan dan jika tidak mudik, maka kami berikan fasilitas tersebut,” pungkasnya.