Pramono Anung Jelaskan Makna Program Mudik ke Jakarta untuk Wisata Lebaran
Jumat, 13 Maret 2026 | 15:00
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Ketika jutaan warga meninggalkan ibu kota untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman, biasanya Jakarta berubah menjadi kota lebih lengang. Momen inilah yang ingin dimanfaatkan Pemerintah Provinsi DKI melalui program “Mudik ke Jakarta”, sebuah konsep wisata yang sempat menimbulkan salah tafsir di publik.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menegaskan program tersebut bukan ajakan bagi masyarakat di daerah untuk datang ke ibu kota. Menurutnya, istilah tersebut lebih merujuk pada upaya menghadirkan pengalaman wisata berbeda ketika Jakarta sedang sepi.
“Saya ingin meluruskan beberapa pemberitaan mengenai mudik ke Jakarta. Itu bukan artinya mengharapkan masyarakat yang di kampung-kampung itu kemudian di mana-mana datang ke Jakarta untuk mudik, karena memang pasti mereka bukan tempatnya di Jakarta. Tetapi Jakarta kali ini memberikan ruang bagi siapapun orang untuk bisa menikmati Jakarta ketika Jakarta sedang lengang,” ungkap Pramono di Kepulauan Seribu, Jumat.
BACA JUGA
Lebaran 2026 di Jakarta: Diskon Mal, Transportasi Gratis dan Hotel Promo
Bandung Zoo Direncanakan Buka Gratis Saat Lebaran
Destinasi Favorit Jakarta, Ragunan Targetkan 400.000 Pengunjung Selama Lebaran
Dalam pandangan pemerintah kota, periode Lebaran menghadirkan lanskap urban berbeda. Jalanan lebih lapang, ruang publik lebih tenang, dan banyak destinasi wisata dapat dinikmati tanpa kepadatan seperti biasanya.
Berdasarkan data sebelumnya, jumlah warga yang melakukan perjalanan mudik tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Artinya, jutaan orang akan meninggalkan Jakarta untuk sementara waktu.
Untuk memanfaatkan situasi tersebut, Pemprov DKI menyiapkan berbagai program wisata dan promosi selama periode Lebaran. Diskon akan diberikan di sejumlah destinasi serta layanan transportasi kota.
“Kami akan mengadakan program-program diskon, beberapa tempat-tempat wisata juga kami akan lakukan diskon, termasuk untuk transportasi, dua hari berturut-turut kami gratiskan semua,” papar Pramono.
Meski demikian, Jakarta tidak akan benar-benar kosong. Dinas Perhubungan memperkirakan sekitar 4 juta warga tetap berada di ibu kota selama masa libur Lebaran.
Kondisi itu membuat sejumlah destinasi populer diprediksi tetap ramai. Tempat wisata seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah diperkirakan akan menjadi magnet kunjungan keluarga.
Selain itu, Kawasan Bersejarah seperti Kota Tua Jakarta, ruang terbuka ikonik Monumen Nasional, hingga pantai-pantai di Kepulauan Seribu juga diprediksi ramai oleh warga yang memilih berlibur di dalam kota.
Pusat perbelanjaan tradisional pun tidak luput dari perhatian. Kawasan Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Glodok diperkirakan menjadi tujuan belanja selama libur panjang tersebut.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan, pemerintah daerah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, mulai dari contra flow hingga kemungkinan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap di kawasan wisata.
Selain itu, lebih dari dua ribu personel juga disiagakan untuk mendukung kelancaran mobilitas selama periode Angkutan Lebaran. Armada pendukung seperti mobil patroli, derek, rambu portabel, hingga traffic cone telah dipersiapkan di berbagai titik.
Di saat yang sama, arus kendaraan keluar dan masuk Jakarta juga diprediksi meningkat signifikan. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 23 Maret.










