ID EN

Perpustakaan Kudus Bertransformasi, Kini Jadi Destinasi Ramah Anak

Senin, 2 Maret 2026 | 11:18

Penulis: Respaty Gilang

Perpustakaan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Perpustakaan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Sumber: Antaranews

Kalau biasanya akhir pekan identik dengan mal atau taman hiburan, kini ada Alternatif Wisata edukasi yang lagi naik daun di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Gedung baru Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus menjelma menjadi Destinasi Favorit keluarga, khususnya bagi orang tua yang ingin mengenalkan budaya membaca sejak dini kepada anak-anak.

Sejak resmi dibuka untuk umum, antusiasme masyarakat terus meningkat. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus, Mutrikah, menyebut tren kunjungan menunjukkan grafik positif, terutama saat akhir pekan.

"Sejak dibuka untuk umum, animo masyarakat mengunjungi Perpustakaan Kudus semakin meningkat. Terutama pada hari libur, orang tua banyak yang mengajak anaknya yang masih balita dan usia sekolah dasar untuk mengunjungi perpustakaan," ujarnya.

Fenomena ini menarik, karena di tengah dominasi gawai dan hiburan digital, ruang literasi justru kembali dilirik sebagai tempat rekreasi keluarga yang murah, nyaman, dan bermanfaat.

Tetap Buka Saat Ramadan

Menariknya, selama bulan suci Ramadhan, layanan perpustakaan tetap beroperasi setiap Sabtu dan Minggu, meski dengan jam terbatas mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Meski waktu operasional lebih singkat, minat kunjungan tidak surut.

Ke depan, pengelola berencana memperluas promosi serta menggelar berbagai kegiatan kreatif untuk menarik lebih banyak pengunjung.

"Dengan gedung baru dan lahan parkir yang luas, bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang menarik minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan," ujarnya.

Rencananya, area perpustakaan juga akan diramaikan dengan bazar buku dan kegiatan UMKM. Kolaborasi dengan komunitas literasi dan edukasi pun tengah digencarkan agar kawasan ini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang bertemunya ide dan kreativitas.

Liburan Hemat, Edukasi Dapat

Bagi warga Kudus, perpustakaan ini kini menjadi opsi wisata hemat yang tetap berkualitas. Indra, salah satu pengunjung, mengaku sengaja mengajak dua anaknya datang saat akhir pekan.

"Tujuannya, selain berwisata murah juga mengenalkan anak dengan buku, agar gemar membaca dibandingkan memegang gawai," ujarnya.

Sementara itu, Arroyyan, siswa kelas IV sekolah dasar, merasa betah berlama-lama karena suasananya yang nyaman.

"Ruangannya benar-benar nyaman, sehingga bisa membaca sambil tiduran di sofa. Banyak tempat yang bisa digunakan untuk membaca dengan cara santai dan menyenangkan," ujar Arroyyan yang berkunjung ke perpustakaan didampingi ibunya.

Ia bahkan mengambil belasan buku cerita anak untuk dibaca dan dinikmati ilustrasinya.

Empat Gedung, Ribuan Buku

Kompleks perpustakaan baru ini terdiri dari empat gedung dengan fungsi berbeda. Gedung A difokuskan sebagai ruang referensi yang koleksinya hanya bisa dibaca di tempat. Gedung lainnya menghadirkan ruang multimedia, ruang baca dewasa, serta ruang baca anak yang dirancang unik dan tidak kaku, sehingga anak-anak merasa seperti berada di ruang bermain yang edukatif.

Saat ini, koleksi Perpustakaan Daerah Kudus mencapai sekitar 34.000 judul buku dengan total puluhan ribu eksemplar. Koleksi tersebut mencakup buku anak, literatur umum, referensi akademik, hingga bahan bacaan pengembangan diri.

Gedung megah ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp8,43 miliar dari Dana Alokasi Khusus Perpustakaan Nasional dan rampung pada pertengahan Desember 2025. Investasi tersebut kini mulai membuahkan hasil, terlihat dari meningkatnya kunjungan masyarakat.

Dengan konsep yang lebih modern, ruang nyaman, serta agenda kreatif yang terus dikembangkan, Perpustakaan Daerah Kudus bukan lagi sekadar tempat meminjam buku. Ia telah bertransformasi menjadi Destinasi Wisata literasi yang relevan untuk generasi masa kini, tempat di mana keluarga bisa quality time sambil membangun kebiasaan membaca sejak dini.