Sambut Ramadhan 2026, Pemprov DKI Jakarta Gelar Festival Kuliner Maret Mendatang
Minggu, 22 Februari 2026 | 17:00
Penulis: Rojes Saragih

Sumber: Lia Wanadriani Santosa / Antara
Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) tengah mematangkan rencana perhelatan Festival Kuliner besar-besaran untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Parekraf DKI Jakarta, Puji Astuti, mengonfirmasi bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan diskusi intensif mengenai teknis pelaksanaan. "Tahun ini, kami akan melaksanakan Festival Kuliner. Untuk tanggalnya masih didiskusikan, rencana sementara pada 7-8 Maret 2026," ujar Puji saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 22/2/2026.
Meskipun tanggal pelaksanaan sudah dipetakan, pihak dinas belum merinci lokasi pasti serta jenis kuliner apa saja yang akan menjadi primadona dalam festival tersebut.
BACA JUGA
Serunya Lebaran Tanpa Mudik, Jelajah Blok M Naik MRT Cuma Rp1
Wisata Ramadhan NTB: Ngabuburit di Sirkuit Mandalika Jadi Magnet Sport Tourism
16 Cagar Budaya Baru Jakarta, Hidden Gems Wajib Masuk Bucket List
Agenda ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan program Pasar Kreatif yang digelar pada Ramadhan 2025 (1446 H). Pada tahun lalu, Pemprov DKI berhasil menghidupkan lima wilayah kota administrasi sebagai titik kumpul warga untuk ngabuburit.
Tahun lalu, kegiatan serupa diadakan di lokasi ikonik seperti:
Jakarta Pusat: Taman Lapangan Banteng
Jakarta Selatan: Tebet Eco Park
Jakarta Timur: Taman Cempaka
Jakarta Barat: Taman Wijaya Kusuma
Jakarta Utara: Taman Gorontalo dan Kawasan Kota Tua (Jalan Lada & Ketumbar).
Selain kuliner, festival ini biasanya melibatkan sektor kriya dan fesyen. Salah satu daya tarik utamanya adalah kolaborasi dengan Perumda Pasar Jaya melalui Pojok Tanah Abang, yang membawa langsung koleksi busana muslim terbaik dari Pasar Tanah Abang ke lokasi festival.
Untuk menambah kekhusyukan suasana, Festival Kuliner ini direncanakan tetap membawa konsep religi dan budaya, seperti pertunjukan musik islami serta sesi kuliah tujuh menit (kultum) sebelum waktu berbuka puasa tiba.
Hadirnya festival ini juga diproyeksikan menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM di Jakarta untuk naik kelas dan memperluas jangkauan pasar mereka di tengah momentum ekonomi Ramadhan yang tinggi.
Dengan kurasi produk yang variatif, Pemprov DKI berupaya menyuguhkan beragam pilihan menu berbuka puasa, mulai dari jajanan tradisional yang autentik hingga kuliner modern yang tengah populer, sehingga warga Jakarta dan sekitarnya memiliki destinasi ngabuburit yang representatif.
Langkah ini diharapkan tidak hanya membuat atmosfer ibu kota semakin meriah dan semarak, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui transaksi langsung antara pedagang kecil dengan masyarakat.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!