Sumbang Sederet Pilar ke Skuad Garuda, Mauricio Souza Ungkap Kebanggaan Ekstra
Minggu, 24 Mei 2026 | 11:21
Penulis: Rojes Saragih

Sumber: Antara /Prasetia Fauzani
Jakarta – Musim kompetisi Super League 2025/2026 berakhir manis dan penuh kebanggaan bagi Persija Jakarta. Kemenangan telak 3-0 atas Semen Padang di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (23/5/2026), tak sekadar mengamankan peringkat ketiga klasemen, tetapi juga menjadi panggung selebrasi sang pelatih, Mauricio Souza, atas dominasi mutlak pemainnya di Tim Nasional.
Bukan sekadar poin akhir yang memicu senyum lebar juru taktik asal Brasil ini melainkan kontribusi masif Macan Kemayoran untuk Timnas Indonesia asuhan pelatih John Herdman. Delapan pilar ibu kota resmi dipanggil berlaga di ajang krusial FIFA Matchday dan ASEAN Cup. Menariknya, pemanggilan ini membentang merata dari benteng pertahanan hingga ujung tombak: Rizki Ridho, Dony Tri Pamungkas, Fajar Fathurrahman, Rayhan Hannan, Witan Sulaeman, Eksel Runtukahu, Jordi Amat, dan penyerang keturunan Mauro Zijlstra.
"Saya sangat bahagia kita bisa menyumbang jumlah pemain yang banyak untuk negara. Mereka telah membuktikan kemampuannya bersama klub. Saya harap mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini dan terus berada di timnas untuk kompetisi-kompetisi selanjutnya," tutur Souza penuh kebanggaan usai pertandingan.
BACA JUGA
Persija Belum Pikirkan Persib, Mauricio Souza Tegaskan Fokus Penuh ke Persijap Jepara
Alasan Persija Main di Solo Terungkap! JIS Belum Siap, Mauricio Souza Tetap Fokus 3 Poin
Tak Sekadar Bek Kiri, Mauricio Souza Ungkap Alasan Persija Rekrut Shayne Pattynama
Malam di JIS itu pun menjadi bukti sahih kualitas armada Souza. Persija memberondong gawang Semen Padang—tim yang akhirnya harus pasrah terdegradasi—lewat brace Gustavo Almeida pada menit 30' dan eksekusi penalti di menit 57'. Pesta gol ditutup oleh lesakan Maxwell Souza di menit ke-67. Meski laga sempat terhenti sejenak di menit ke-70 akibat kepulan asap flare dari tribun suporter, Persija tetap mengunci kemenangan mulus untuk menggenapkan koleksi 71 poin di akhir musim.
Namun, di balik euforia penutup musim dan dominasi skuad Garuda, Souza menyimpan satu evaluasi tajam: anomali performa kandang. Secara ironis, musim ini Persija menjelma menjadi "raja tandang" yang mematikan, namun justru kerap kehilangan taringnya di hadapan puluhan ribu The Jakmania.
"Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Sayangnya, di kandang sendiri, kami kehilangan sekitar 11 poin," kritik Souza mengevaluasi timnya, dikutip Antara, 23/5/2026. Kesulitan mereplikasi permainan tandang, ditambah kerugian akibat pemain yang terkena kartu merah, dinilainya menjadi kerikil tajam yang memupus ambisi Persija bersaing lebih jauh memperebutkan gelar juara liga.
Kendati ada celah di laga kandang, Souza menutup musim dengan apresiasi mendalam bagi kekompakan staf pelatih dan loyalitas tanpa batas dari The Jakmania. Tirai kompetisi domestik mungkin telah turun, namun bara semangat Persija kini beralih menyala di dada delapan penggawanya yang berseragam kebesaran Garuda.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!