ID EN

Wisata Akhir Pekan Rp0, Kapal Gratis Pelni Buka Akses ke Surga Bahari Kupang

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 15:00

Penulis: Arif S

Kapal rede di pelabuhan NBS Kupang
Kapal rede berlabuh di pelabuhan NBS Kupang, NTT.
Sumber: Antara/HO-Humas Pelni

Kabar gembira bagi warga Kupang. PT Pelni (Persero) Cabang Kupang mengoperasikan kapal rede KM Gandha Nusantara 10 secara gratis setiap Sabtu pagi untuk masyarakat yang ingin berwisata ke Pulau Kera dan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Cabang Pelni Kupang, Selamat Yanuardi mengatakan, kapal rede KM Gandha Nusantara 10 telah beroperasi di wilayah Kupang sejak Juli 2024.

“Kehadiran kapal ini sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap transportasi laut yang aman, nyaman, dan tanpa biaya,” katanya kepada wartawan di Kupang, Jumat 10 Oktober 2025.

Kapal berangkat dari Pelabuhan Rakyat Nunbaun Sabu pada pukul 07.00 WITA dan kembali dari Sulamu pukul 14.00 WITA. 

Jadwal ini memungkinkan masyarakat menikmati satu hari penuh menjelajahi keindahan pulau.

Layanan ini dengan cepat menjadi favorit warga, khususnya sebagai alternatif liburan akhir pekan. Tidak perlu tiket, tidak perlu biro perjalanan, cukup datang tepat waktu dan naik.

Selamat menjelaskan, program ini bukan sekadar wisata. 

“Pemerintah menugaskan Pelni mengoperasikan kapal rede guna memberikan akses transportasi yang terjangkau, bahkan gratis, untuk meningkatkan aktivitas perekonomian dan pariwisata di pulau-pulau kecil,” jelasnya. 

KM Gandha Nusantara 10 merupakan kapal tipe cargo passenger dengan kapasitas 56 penumpang dan dua unit kendaraan. 

Dalam operasional biasa, kapal rede berfungsi sebagai feeder untuk kapal penumpang besar Pelni yang tidak bisa bersandar di pelabuhan kecil karena keterbatasan infrastruktur.

Namun di Kupang, perannya berbeda. Kapal ini difokuskan melayani rute pendek antarpulau yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari. Pulau Kera, misalnya, dikenal dengan pasir putihnya yang bersih serta kehidupan masyarakat nelayan tradisional yang autentik.

“Gratis, tidak ada tiket yang perlu dibayar. Masyarakat cukup datang ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan. Namun kami selalu mengingatkan agar penumpang memperhatikan imbauan keselamatan dari awak kapal,” kata Selamat.

Selain memberi kebahagiaan bagi wisatawan, layanan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal. 

Penjualan hasil laut, usaha kuliner, hingga jasa wisata mulai berkembang di sekitar Pulau Kera dan Sulamu.

Program kapal rede merupakan bagian dari komitmen Pelni sebagai perusahaan pelat merah dalam memperluas konektivitas transportasi laut di daerah 3TP (terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan).

Hingga kini, Pelni mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dan menyinggahi 74 pelabuhan di seluruh Indonesia. 

Selain itu, Pelni juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis yang menyinggahi 230 pelabuhan dengan total 522 ruas, 18 kapal rede, delapan trayek tol laut, serta satu trayek kapal ternak.(Antara)