Malaysia Tancap Gas Jadi Juara Wisata Asia Tenggara, Indonesia Masih Tertinggal
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 09:00
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Malaysia muncul sebagai bintang paling terang dalam peta persaingan pariwisata Asia Tenggara. Dalam delapan bulan pertama tahun ini, negeri jiran itu berhasil menarik 28,2 juta wisatawan mancanegara. Angka itu menempatkan mereka di posisi teratas kawasan.
Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti kebangkitan sektor pariwisata Malaysia pascapandemi.
Menurut Kementerian Pariwisata Malaysia, lonjakan wisatawan naik 14,5 persen dari tahun ke tahun.
BACA JUGA
Indonesia Siapkan Ekosistem Event Kelas Dunia untuk Mesin Baru Pariwisata Modern
Konflik Iran-AS, Bikin Ribuan Turis Terdampar di Thailand
Dibayangi Ketegangan dengan China, Pariwisata Jepang Tetap Melejit di 2025
"Ini mencerminkan pertumbuhan positif dalam kedatangan wisatawan asing ke Malaysia," bunyi pernyataan Kementerian Pariwisata Malaysia dikutip dari The Star.
Pemerintah Malaysia menyebut tren ini sebagai “momentum yang kuat dan berkelanjutan pada periode pascapandemi".
Dengan kata lain, kebangkitan pariwisata Malaysia bukan kebetulan, tetapi hasil strategi yang konsisten.
Thailand Mulai Tersendat
Sementara Malaysia melesat, rival lamanya, Thailand justru mengalami perlambatan.
Negeri Gajah Putih hanya menyambut 21,8 juta turis asing pada periode yang sama di tahun 2025.
Padahal selama bertahun-tahun, Thailand dikenal sebagai magnet utama wisatawan di Asia Tenggara. Namun kini, menurut laporan Bangkok Post, mereka justru mencatatkan penurunan 7 persen.
Penyebabnya? Para pengamat menilai masalah keamanan dan ketidakstabilan politik membuat wisatawan mulai berpikir ulang.
Malaysia Menang Strategi
Para pengamat industri pariwisata menilai kemenangan Malaysia bukan sekadar soal destinasi, tetapi kebijakan.
Mereka menyebut kebijakan visa yang lebih longgar, peningkatan infrastruktur, dan kampanye promosi pariwisata yang masif sebagai tiga senjata utama untuk naik ke puncak.
Langkah berani lainnya, memperpanjang kebijakan bebas visa bagi turis China selama lima tahun, bahkan berpotensi diperpanjang hingga 2036.
Keputusan ini sangat strategis mengingat China adalah salah satu pasar wisata terbesar dunia.
Hasilnya terlihat jelas. Pada tahun 2024, Malaysia berhasil mencatat 38 juta wisatawan mancanegara, naik 31,1 persen dari 2023 dan bahkan 8,3 persen lebih tinggi dari tingkat sebelum pandemi 2019.
Indonesia: Tumbuh, tapi Belum Mengejar
Bagaimana dengan Indonesia? Sepanjang Januari–Agustus 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 10,04 juta orang.
Angka itu memang menjadi rekor tertinggi sejak pandemi, namun jika dibandingkan Malaysia (28,2 juta) dan Thailand (21,8 juta), Indonesia masih tertinggal cukup jauh.
Potensi Indonesia sebenarnya besar dengan keindahan alam, kekayaan budaya, hingga event internasional.
Namun, data ini menunjukkan perlunya strategi lebih agresif agar Indonesia dapat bersaing dalam perebutan tahta pariwisata Asia Tenggara.***










