Indonesia Siapkan Ekosistem Event Kelas Dunia untuk Mesin Baru Pariwisata Modern
Minggu, 12 Oktober 2025 | 11:56
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Dunia pariwisata kini tak hanya bicara soal destinasi dan panorama alam. Industri event dari konferensi bisnis hingga festival kreatif menjadi motor baru yang menggerakkan roda pariwisata global. Di tengah dinamika itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membawa industri event Indonesia ke level yang lebih tinggi.
“Saya meyakini bahwa dengan semangat kolaborasi yang telah kita tunjukkan selama kegiatan ini, kita dapat terus membangun ekosistem event yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing global," kata Ni Luh saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, 12 Oktober 2025.
Pernyataan itu disampaikan saat penutupan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2025 di Bali pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Acara ini menjadi wadah pertemuan bagi para pelaku industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) dari berbagai negara di Asia Tenggara mulai dari penyelenggara event, investor, hingga pengambil kebijakan.
BACA JUGA
'Travel with Meaning' Visi Baru Pariwisata Indonesia yang Berkelanjutan
Incar Wisatawan Muda Australia Lewat Eduwisata, Kemenpar Gelar Famtrip 'Archipelago Gems'
Bukan Sekadar Liburan! Indonesia Siap Jadi Pusat Pariwisata Hijau Dunia
Event Sebagai Wajah Baru Pariwisata
Dalam sambutannya, Ni Luh Puspa menekankan bahwa kekuatan industri event bukan hanya di panggung megah atau jumlah pengunjung, melainkan pada kemampuan kolaboratif untuk menciptakan dampak ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Ia juga menilai, kehadiran SEABEF 2025 menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pikiran dan merancang arah baru bagi industri MICE di kawasan.
“Keberhasilan industri event di masa depan tidak akan ditentukan oleh seberapa sengit persaingan yang terjadi, melainkan oleh seberapa efektif setiap pihak mampu berkolaborasi,” ujarnya.
Dengan semangat tersebut, Ni Luh berharap ajang ini bisa menjadi fondasi bagi kerja sama jangka panjang antarnegara di Asia Tenggara.
"Kita berharap dapat kembali bertemu di SEABEF 2026 dan terus bekerja sama untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat industri event bisnis terkemuka di dunia,” tambahnya.
Lima Hasil Penting dari SEABEF 2025
Sementara itu, Asisten Deputi Bidang MICE Kementerian Pariwisata, Titus Haridjati, mengungkapkan bahwa SEABEF 2025 menghasilkan lima poin utama yang akan menjadi arah pengembangan industri event ke depan.
Pertama, para peserta forum berkomitmen memperkuat keberlanjutan (sustainability) dalam setiap kegiatan event mulai dari pengelolaan limbah hingga efisiensi energi.
Kedua, muncul kesepakatan untuk memperluas investasi di bidang infrastruktur, teknologi, dan pengembangan SDM, agar industri event di kawasan memiliki daya saing global.
Ketiga, terbentuknya jaringan kolaborasi industri event Asia Tenggara sebagai wadah berbagi inovasi dan peluang kerja sama lintas negara.
Keempat, teknologi baru seperti AI dan analitik data diakui sebagai alat vital untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman peserta dalam penyelenggaraan event modern.
Terakhir, pentingnya pengembangan kompetensi tenaga kerja lewat sertifikasi dan pelatihan agar sumber daya manusia di industri event siap bersaing di panggung internasional.
Menatap Arah Baru Industri MICE
Selama dua hari penyelenggaraan, SEABEF 2025 menghadirkan lebih dari 250 peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Mereka datang dari latar belakang beragam, mulai dari lembaga pemerintah, asosiasi industri, akademisi, hingga pelaku sektor swasta.
Dengan suasana yang inspiratif dan penuh semangat kolaboratif, forum ini menjadi bukti bahwa masa depan pariwisata tak hanya terletak di pantai, gunung, atau resor mewah, tetapi juga di ruang-ruang pertemuan di mana ide-ide besar lahir dan dunia bergerak bersama.










