ID EN

Jakarta Selatan, Magnet Wisata Urban Paling Sering Dikunjungi Wisatawan Nusantara

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:30

Penulis: Arif S

, Taman Margasatwa Ragunan
Taman Margasatwa Ragunan resmi membuka wisata malam.
Sumber: Wikimedia

Di antara hiruk-pikuk ibu kota, Jakarta Selatan menjadi lanskap urban yang paling sering dikunjungi Wisatawan Nusantara. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menunjukkan wilayah ini menjadi destinasi paling ramai dikunjungi sepanjang triwulan IV 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto mengungkapkan, Jakarta Selatan menyumbang proporsi kunjungan tertinggi, mencapai 27,86 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara ke Jakarta. 

Angka ini menempatkan kawasan yang identik dengan ruang kreatif, pusat kuliner, dan gaya hidup urban itu di puncak peta perjalanan wisnus.

Jakarta Pusat menjadi destinasi wilayah dengan frekuensi kunjungan terbesar kedua, 21,43 persen. 

Selanjutnya, pergerakan wisatawan nusantara tersebar ke wilayah lain dengan pola relatif berimbang. Jakarta Timur mencatat 18,60 persen, disusul Jakarta Utara 16,60 persen dan Jakarta Barat 16,16 persen.

Sementara Kepulauan Seribu berada di ujung daftar dengan 0,36 persen.

Lonjakan mobilitas ini sejalan dengan meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke DKI Jakarta secara keseluruhan pada triwulan IV 2025 mencapai 26,67 juta perjalanan.

Capaian tersebut tumbuh 7,62 persen dibandingkan triwulan III 2025 dan meningkat 2,85 persen dibandingkan periode sama tahun 2024, mencerminkan pemulihan dan konsolidasi Pariwisata urban Jakarta pascapandemi.

Menariknya, pergerakan wisata tak hanya datang dari luar daerah. Untuk jumlah perjalanan wisnus dari Jakarta sendiri tercatat 25,8 juta perjalanan. 

Angka ini meningkat 5,49 persen dibandingkan triwulan sebelumnya dan melonjak 8,82 persen secara tahunan, menandakan tingginya mobilitas warga ibu kota dalam menjelajahi kotanya sendiri.

Jika ditinjau dari provinsi asal, arus wisatawan nusantara ke Jakarta masih didominasi wilayah penyangga. Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar dengan 34,52 juta perjalanan, diikuti Banten 18,05 juta perjalanan. 

Setelahnya menyusul Jawa Tengah (3,75 juta), Jawa Timur (3,69 juta), Lampung (865.943), dan wilayah lainnya (40.508 perjalanan).