57 Tahun Susah Menang, Indonesia Menantang Kutukan Irak di Laga Hidup-Mati
Jumat, 10 Oktober 2025 | 11:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/Lmo/Spt/aa
Setiap generasi Timnas Indonesia selalu punya lawan yang sulit dikalahkan. Bagi Garuda, salah satu “mimpi buruk” terbesar itu adalah Irak. Kini, di momen krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026, kutukan itu bisa saja kembali datang mengetuk.
Timnas Indonesia akan menghadapi Irak pada matchday kedua Grup B Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dari sisi rekor pertemuan, duel ini bukan sekadar laga biasa. Ini menjadi ujian mental, ujian sejarah, dan ujian untuk membuka lembaran baru yang sudah tertutup selama hampir enam dekade.
BACA JUGA
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Garuda Hadapi Jalan Terjal, Kluivert Tetap Optimistis
Menang Tapi Belum Aman, Jerman Hadapi Laga Penentu Lawan Slovenia untuk Lolos Langsung ke Piala Dunia 2026
Peluang Indonesia Menuju Piala Dunia 2026: Antara Realita dan Harapan
Pertandingan kontra Irak memiliki arti lebih dari sekadar tiga poin karena akan menentukan langkah Indonesia di kualifikasi.
Setelah takluk 2-3 dari Arab Saudi, laga krusial kontra Irak di Stadion King Abdullah, Minggu 12 Oktober 2025 dini hari WIB, akan menjadi partai hidup-mati bagi anak asuh Patrick Kluivert.
Dalam situasi ini, kalah bukan pilihan. Jika kembali menelan kekalahan, peluang Indonesia untuk menembus Piala Dunia 2026 praktis tertutup.
Hasil imbang belum tentu cukup, sementara kemenangan menjadi satu-satunya cara untuk menjaga asa melaju ke babak berikutnya.
57 Tahun Tak Pernah Menang
Secara statistik, catatan pertemuan dengan Irak tidak berpihak pada Indonesia. Kemenangan terakhir Garuda atas Singa Mesopotamia terjadi pada 1968 atau 57 tahun silam, di ajang Kualifikasi Olimpiade.
Sejak saat itu, Indonesia berkali-kali mencoba tapi selalu gagal. Bahkan di era modern, jurang kekuatan kedua tim terlihat jelas.
Tiga Pertemuan Terakhir Selalu Pahit
Dalam tiga tahun terakhir, Irak menjadi tembok kokoh yang belum bisa ditembus. Kedua tim sudah tiga kali bertemu, dua kali di Kualifikasi Piala Dunia 2026 (Putaran 3) dan sekali di Piala Asia 2023.
Hasilnya, Indonesia tidak hanya belum mampu menang, bahkan mencuri poin. Garuda Muda kalah 1-5, 1-3, dan 0-2, dan hanya mampu mencetak dua gol ke gawang Irak. Padahal, Indonesia sudah diperkuat pemain naturalisasi.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Juni 2024. Saat itu, Indonesia sudah diperkuat pemain naturalisasi seperti Thom Haye dan Justin Hubner. Jay Idzes juga masuk dalam skuad, namun hanya duduk di bangku cadangan.
Rekor Head to Head Indonesia vs Irak dikutip dari Transfermarkt:
6 Juni 2024 Indonesia 0-2 Irak
15 Januari 2024 Indonesia 1-3 Irak
16 November 2023 Irak 5-1 Indonesia
19 November 2013 Indonesia 0-2 Irak
6 Februari 2013 Irak 1-0 Indonesia
21 Maret 1973 Irak 3-2 Indonesia
16 Maret 1973 Indonesia 1-1 Irak
22 Januari 1968 Irak 1-1 Indonesia
18 Januari 1968 Indonesia 2-1 Irak
Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan, Irak bukan sekadar lawan, tapi tembok yang belum mampu ditembus timnas Indonesia.
Minggu, 12 Oktober 2025, pukul 02.30 WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Indonesia akan kembali mencoba meruntuhkan tembok itu.
Apakah kali ini sejarah akan berubah? Atau kutukan itu terus berlanjut?***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!