Salju Ubah Tembok Besar China Jadi Arena Seluncur, Otoritas Keluarkan Peringatan
Jumat, 30 Januari 2026 | 13:30
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Great Wall China tetap menjadi Destinasi Favorit sepanjang musim dingin. Namun pada 17 Januari 2026, lapisan es yang menutupi tembok membuat beberapa bagian turunan tak lagi aman untuk didaki seperti biasa. Sejumlah wisatawan mengubah rencana mereka dengan berseluncur di jalur licin.
Dikutip dari Times of India, Jumat 30 Januari 2026, umumnya pengunjung akan menelusuri jalur bersejarah itu dengan berjalan kaki. Namun, jalur menurun di sejumlah titik berubah menjadi permukaan es, yang memaksa wisatawan mencari cara lain untuk turun dari tembok raksasa tersebut.
Akhirnya, mereka memilih berseluncur. Ada pengunjung yang menikmati sensasi meluncur di atas es, namun tak sedikit pula pengunjung kehilangan keseimbangan kemudian terjatuh. Rengkaian adegan itu terekam kamera dan menyebar luas di media sosial China.
BACA JUGA
Awal 2026, 1 Juta Turis Asing Masuk Indonesia, Traveling Makin Bergairah
Target 17,6 Juta Wisman 2026, Pemerintah Perkuat Strategi Konektivitas dan Kualitas Destinasi
Traveling Unik, Hidup Tanpa Alamat Tetap di Stepa Mongolia
Meski aktivitas tersebut berisiko, wisatawan yang ingin menguji adrenalin terus berdatangan. Bagi sebagian orang, berseluncur di atas bangunan berusia ribuan tahun itu menjadi pengalaman ekstrem tak terlupakan.
Fenomena ini pun menjadi viral. Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan, tetapi pengunjung tampak tetap menikmati “kekacauan” musim dingin tersebut.
Mereka bahkan berusaha mendaki kembali ke bagian yang menanjak agar bisa berseluncur sekali lagi.
Pihak berwenang memilih tetap membuka lokasi wisata dengan sejumlah imbauan keselamatan. Pengunjung diminta ekstra hati-hati dan diinstruksikan untuk mengenakan sepatu antiselip untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Di balik pemandangan musim dingin yang dramatis ini, Tembok Besar China menyimpan sejarah panjang. Bangunan tersebut mulai dibangun pada masa Qin Shi Huang pada 221 SM, sebagai bagian dari upaya mempertahankan wilayah kekaisaran dari serangan bangsa Xiongnu dari utara.
Meski tidak seluruh bagiannya berasal dari Dinasti Qin, tembok ini terus diperbaiki dan diperpanjang dinasti berikutnya seperti Han dan Sui.
Hingga era modern, Great Wall membentang sepanjang 8.850 kilometer—kini menjadi saksi bisu bagaimana alam dan sejarah berpadu, bahkan saat wisatawan berseluncur di atasnya.










