ID EN

Selebrasi Kontroversial di Liga Champions, Jose Mouriho Minta Maaf ke Arbeloa dan Senyum Pep Guardiola

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:00

Penulis: Arif S

Alvaro Arbeloa
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa.
Sumber: Antaranews/Real Madrid

Kemenangan Benfica atas Real Madrid bukan hanya mengguncang Stadion Da Luz, tetapi juga memunculkan momen emosional Jose Mourinho dan Pep Guardiola. Mourinho mengungkapkan dirinya telah menyampaikan permintaan maaf kepada Alvaro Arbeloa. Sementara Pep Guardiola mengatakan akan berterima kasih kepada Mourinho.

Benfica memastikan langkah ke babak playoff Liga Champions dengan cara dramatis setelah menaklukkan Real Madrid 4-2 pada matchday 8, Kamis 29 Januari 2026 dinihari WIB. 

Gol penentu Benfica datang dari sosok tak terduga. Sundulan kiper Anatoliy Trubin di akhir injury time, memastikan As Aguias finis di peringkat ke-24 klasemen. Mereka unggul selisih gol atas Marseille dan berhak ke playoff Babak 16 Besar.

Para pemain cadangan dan staf kepelatihan Benfica tumpah ke lapangan merayakan gol Trubin. Mourinho terlihat mengepalkan tangan ke udara dan membuat gestur penuh gairah ke arah tribun. 

Namun, selebrasi itu menuai sorotan karena dilakukan tepat di depan bench Real Madrid, tempat Alvaro Arbeloa duduk.

Arbeloa bukan sosok asing bagi Mourinho. Mantan bek kanan Real Madrid itu pernah menjadi anak asuhnya, sehingga selebrasi tersebut dinilai kurang pantas dalam konteks hubungan personal mereka.

Usai pertandingan, Mourinho menyampaikan permintaan maaf. 

"Saya minta maaf atas cara saya merayakannya," ucap pelatih berjuluk the Special One dilansir ESPN.

Mourinho menegaskan emosinya muncul secara spontan dalam situasi krusial. 

Namun, Alvaro itu paham sepakbola, dan dia sangat mengetahui bahwa di momen itu Anda lupa itu Real Madrid, dan ada Alvaro di bangku cadangan, dan (perwakilan Madrid) Chendo dan semua orang-orang Anda, Anda lupa semuanya. Saya sudah minta maaf," ujar Mourinho.

Akibat kekalahan tersebut, Real Madrid gagal lolos otomatis ke babak 16 besar karena finis di peringkat kesembilan. Madrid akan menjalani playoff babak 16 besar dalam dua leg. 

Strategi Jose Mourinho Untungkan Pep Guardiola 

Di sisi lain, kemenangan Benfica atas Madrid membawa keuntungan besar bagi Manchester City. The Citizens finis di peringkat kedelapan dengan 16 poin dari delapan laga, batas akhir untuk lolos langsung ke babak 16 besar.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola menyadari betul peran Mourinho dalam skenario tersebut. 

"Ketika saya melihat kiper Benfica maju untuk mencetak gol, buat apa? Justru Madrid bisa melakukan serangan balik," kata Guardiola dilansir dari situs resmi UEFA. 

"Ketika itu saya tidak tahu kalau Benfica memang membutuhkan gol lagi," tambahnya.

Gol keempat Benfica memang krusial untuk selisih gol mereka atas Marseille. Guardiola akhirnya mengakui keputusan itu sebagai langkah jenius Mourinho. 

"Akhirnya itu strategi bagus dari Jose Mourinho, mereka bisa mencetak gol keempat," tandasnya. 

"Ya, saya nanti akan berterima kasih kepadanya," pungkasnya.