ID EN

Real Madrid Perkasa, Alvaro Arbeloa Taklukkan Pep Guardiola dan Jose Mourinho Sekaligus

Rabu, 18 Maret 2026 | 11:30

Penulis: Arif S

Alvaro Arbeloa
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa.
Sumber: Antaranews/X/FabrizioRomano

Di tengah keraguan yang sempat mengiringi langkahnya, Alvaro Arbeloa kini berdiri sebagai sosok yang tak lagi bisa diabaikan. Pelatih Real Madrid itu membungkam kritik dengan cara paling meyakinkan, menyingkirkan dua nama besar dunia kepelatihan, Jose Mourinho dan Pep Guardiola dari panggung Liga Champions.

Perjalanan Arbeloa menuju Perempat Final bukan sekadar hasil, melainkan pernyataan.

Setelah lebih dulu melewati Benfica asuhan Mourinho, Madrid menuntaskan pekerjaan besar dengan menyingkirkan Manchester City yang dilatih Guardiola lewat agregat telak 5-1 di Babak 16 Besar.

Namun di balik kemenangan itu, Arbeloa membuka keraguan yang pernah menghantuinya.

"Mereka mengkritisi saya karena memiliki pemain yang lemah. Dua bulan lalu saya tidak percaya saya berada hingga sejauh ini (di Liga Champions)," ujar Arbeloa dalam keterangan resmi klub.

Los Blancos mengunci tiket Perempat Final Liga Champions dengan meyakinkan. Mereka menggilas Manchester City lewat agregat 5-1 di Babak 16 Besar setelah menaklukkan The Citizens di Etihad Stadium, Rabu 18 Maret 2026.

Menghadapi Guardiola, pelatih dengan reputasi dan pengalaman elite, Arbeloa tak menutupi, kemenangan ini bukan sekadar duel taktik di atas kertas.

"Saya tidak melihat kemenangan tersebut. Saya tidak bisa mengatakan saya akan menang di atas kertas dari pelatih seperti Guardiola, yang telah menjalani 1000 pertandingan dan berada di pelatih elit dan memenangkan banyak trofi," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

Ia menekankan pendekatan permainan dan kerja kolektif tim sebagai kunci utama. Madrid, menurutnya, menang karena mampu membaca celah dan mengeksekusi dengan presisi.

"Jika kami telah memenangkan kualifikasi itu berkat kerja para pemain. Sebagai pelatih, saya selalu menganalisis lawan dan melihat bagaimana bisa menyakitinya," kata Arbeloa.

Kemenangan atas City sekaligus menjadi penegasan, Arbeloa bukan sekadar pelatih muda yang “beruntung”. 

Ia kini telah mengalahkan dua figur yang mendefinisikan era modern sepak bola. Mourinho dengan pragmatismenya, dan Guardiola dengan filosofi permainan posisionalnya.

Di babak perempat final, Madrid masih menunggu pemenang Bayern Muenchen vs Atalanta, yang akan menentukan sejauh mana kisah kebangkitan Arbeloa ini berlanjut.