ID EN

Peringkat WBF Alwi Farhan Melonjak ke Elite Dunia, Ginting Masih Berjuang Keras

Rabu, 28 Januari 2026 | 15:00

Penulis: Arif S

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan.
Sumber: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin

Pembaruan peringkat dunia BWF pekan kelima 2026 menghadirkan dua cerita berbeda dari Tunggal Putra Indonesia. Alwi Farhan mencuri perhatian dengan lonjakan signifikan ke jajaran elite dunia. Di sisi lain, Anthony Sinisuka Ginting masih harus menempuh jalan panjang untuk kembali ke posisi terbaiknya.

Alwi Farhan menembus 15 besar dunia untuk pertama kali dalam kariernya setelah menjuarai turnamen BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026 pekan lalu. Gelar tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanan pemain berusia 20 tahun itu.

Dalam pembaruan peringkat dunia Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pekan kelima 2026 yang dirilis Selasa 27 Januari, Alwi naik empat peringkat ke posisi ke-14 dunia dengan perolehan 59.230 poin. 

Tambahan 9.200 poin dari gelar juara Indonesia Masters 2026 juga menjadi poin tertinggi yang pernah diraih Alwi sepanjang kariernya, sekaligus titel pertamanya di level Super 500.

Lonjakan tersebut membawa Alwi melewati sejumlah nama penting di papan atas, Lu Guang Zu (China), Toma Junior Popov (Prancis), Victor Lai (Kanada), dan Weng Hong Yang (China). 

Capaian ini menegaskan status Alwi sebagai salah satu pemain muda paling progresif di sirkuit BWF saat ini.

Menembus 15 besar dunia memang menjadi target jangka pendek Alwi. Zona ini juga memiliki arti strategis karena menjadi batas bagi pemain dengan status Top Committed yang wajib tampil di seluruh turnamen level Super 750 dan Super 1000, minimal dua turnamen Super 500, serta BWF World Tour Finals jika lolos.

Kondisi berbeda dialami Anthony Sinisuka Ginting. Cedera berkepanjangan membuat mantan andalan utama Indonesia itu berada di peringkat ke-63 dunia, meski naik 13 tingkat setelah tampil hingga babak kedua Indonesia Masters 2026. 

Hasil tersebut menjadi sinyal awal kebangkitan, namun masih jauh dari posisi elite yang pernah ia tempati dalam beberapa musim terakhir.

Dari sektor tunggal putra Indonesia lainnya, Moh. Zaki Ubaidillah juga mencatat progres positif. Ia naik dua tingkat ke posisi ke-44 dunia dengan 33.485 poin, memperlihatkan konsistensi di tengah ketatnya persaingan.

Di level global, puncak peringkat dunia tunggal putra masih dikuasai Shi Yu Qi (China) dengan 108.247 poin. 

Pemain Thailand Kunlavut Vitidsarn menempati peringkat kedua dengan 100.079 poin, disusul Anders Antonsen (Denmark) di posisi ketiga dengan 93.413 poin. 

Jonatan Christie, meski absen di Indonesia Masters 2026, tetap bertahan di peringkat keempat dunia dengan 84.174 poin.