Dari Tambora hingga Samalas, NTB Gagas 50 Museum Sebagai Ikon Wisata
Jumat, 23 Januari 2026 | 18:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Sugiharto Purnama
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersiap membuka lembaran baru Pariwisata berbasis sejarah dan pengetahuan. Gagasan pembentukan 50 museum baru digadang-gadang menjadi ikon pariwisata berkualitas.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menilai kekayaan sejarah dan peradaban di wilayahnya memiliki daya ungkit besar bagi pengembangan museum tematik.
"NTB punya potensi untuk punya paling tidak 50 museum karena keberagaman hal yang bisa disumbangkan kepada sejarah peradaban dunia mulai dari kebudayaan, kerajinan, bahkan geologi," ujarnya saat mengunjungi pameran wastra di Museum NTB di Kota Mataram, Jumat.
BACA JUGA
Bidik Wisatawan Timur Tengah dan Australia, Museum NTB Jadi Ujung Tombak Promosi Wisata
Cuaca Cerah, Pantai Ampenan dan Loang Baloq Ramai Lagi
Menyusuri Spiritualitas dan Budaya di Prambanan Shiva Festival 2026
Secara geologis, NTB memang menyimpan keunikan yang jarang dimiliki daerah lain. Meski hanya memiliki dua Gunung Berapi, Tambora dan Samalas, jejak letusannya tercatat dalam sejarah dunia dan berdampak jauh melampaui Nusantara.
Letusan Gunung Tambora pada 1815 bukan sekadar peristiwa lokal. Abu vulkaniknya memicu Cuaca Ekstrem di Eropa dan berkontribusi pada kekalahan Napoleon Bonaparte dalam Pertempuran Waterloo pada 18 Juni 1815, Ketika itu hujan lebat dan lumpur menggagalkan strategi serangannya.
Sementara itu, erupsi Gunung Samalas pada abad ke-13 meninggalkan dampak iklim global yang tak kalah besar.
"Eropa masuk dalam zaman es skala kecil, selama dua tahun musim dingin akibat letusan Samalas," kata Iqbal.
Bagi pemerintah daerah, kisah-kisah inilah yang menjadi fondasi pariwisata berkualitas. Pariwisata yang menawarkan pengalaman unik, kontekstual, dan bermakna.
Museum tidak lagi diposisikan sebagai ruang sunyi, melainkan jembatan antara lanskap alam, sejarah dunia, dan perjalanan wisatawan.
Ke depan, Museum NTB diarahkan bertransformasi menjadi museum peradaban, berfungsi sebagai holding bagi museum-museum kecil yang memamerkan artefak spesifik mulai dari budaya, kerajinan, hingga geologi.
"Inilah yang kami sebut pariwisata berkualitas, sejalan dengan rencana kami untuk menjadikan NTB sebagai pariwisata berkelas dunia," ucap Iqbal.
Saat ini, NTB tercatat memiliki lima museum daerah, satu museum provinsi di Pulau Lombok dan empat museum di Pulau Sumbawa, masing-masing dua di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima.
Selain itu, terdapat delapan museum desa yang telah masuk dalam data Registrasi Nasional Kementerian Kebudayaan.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menilai inisiatif ini realistis jika disandingkan dengan program pemberdayaan desa.
"Upaya menghadirkan 50 museum baru di NTB sangat mungkin dilaksanakan karena saat ini ada lima museum daerah dan delapan museum desa," katanya.
Ia menambahkan integrasi museum desa dengan program Desa Berdaya dapat menggerakkan ekonomi masyarakat lokal lebih cepat melalui optimalisasi Destinasi Wisata berbasis sejarah dan budaya.(Antara)










