Jose Mourinho Buka Peluang Latih Juventus, Sikapnya Berubah 15 Tahun Setelah Era Inter
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:45
Penulis: Arif S

Sumber: Wikimedia
Jose Mourinho kembali menjadi pusat perhatian sepakbola Italia setelah secara terbuka membuka kemungkinan melatih Juventus di masa mendatang. Pernyataan itu terasa kontras dengan sikapnya belasan tahun silam, ketika ia dengan tegas menutup pintu untuk menangani klub rival terbesar Inter Milan tersebut.
Di Liga Italia, nama Mourinho memang sangat identik dengan Inter Milan, meski juga sempat menangani AS Roma. Bersama La Beneamata, pelatih asal Portugal itu menorehkan salah satu pencapaian paling ikonik dalam sejarah sepakbola modern.
Mourinho membawa Inter meraih dua gelar Serie A, satu Coppa Italia 2009-2010, satu Supercoppa Italiana, dan satu gelar Liga Champions.
BACA JUGA
Gol Akhir Zielinski Bawa Inter Taklukkan Juventus di Laga Sengit
Inter Tersingkir, Mampukah Juventus dan Atalanta Selamatkan Wajah Italia di Liga Champions?
Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt, 4 Tim Melaju ke 16 Besar Liga Champions
Raihan tersebut melengkapi treble winner legendaris pada musim 2009-2010, sebuah prestasi yang hingga kini belum mampu disamai klub Italia mana pun.
Kedekatan emosional Mourinho dengan Inter Milan bahkan sempat membuatnya tak akan pernah melatih Juventus. Pada Februari 2011, ia dengan tegas menyatakan kesetiaannya kepada Nerazzurri dan menutup segala kemungkinan menyeberang ke Turin.
"Saya tidak akan pernah bisa melatih Juventus setelah memenangi semua trofi itu bersama Inter," ujar Mourinho pada Februari 2011.
"Saya sudah memberikan segalanya untuk satu tim, jadi saya tidak mungkin melatih klub rival."
Namun, waktu tampaknya mengubah pandangannya yang terdengar jauh lebih realistis. Dalam jumpa pers menjelang laga Liga Champions Juventus vs Benfica di Turin, Rabu 22 Januari 2026, The Special One justru mengaku tidak keberatan jika suatu hari nanti dipercaya menangani Si Nyonya Tua.
"Apakah saya mau melatih Juventus?" kata Mourinho saat menjawab pertanyaan wartawan seperti dikutip dari Calciomercato.
"Bagi saya, yang benar-benar mengejutkan justru jika pelatih tanpa rekam jejak bagus mendapat kesempatan melatih klub-klub besar dunia. Itu baru kejutan."
Mourinho lalu mencontohkan bagaimana pergantian pelatih di klub-klub besar Italia menurutnya selalu masuk akal jika dilihat dari kualitas dan rekam jejak.
"Saat AC Milan memilih Massimiliano Allegri, Juventus memakai Luciano Spalletti, dan Roma menunjuk Gian Piero Gasperini, hal itu sama sekali tidak mengejutkan bagi saya."
Pernyataan paling mengejutkan pun akhirnya terlontar, sekaligus menegaskan perubahan sikap Mourinho terhadap Juventus.
"Ya, kalau Juventus memanggil, saya siap melatih mereka."
"Jika itu terjadi di masa depan, saya akan menerima pekerjaan sebagai pelatih Juventus."
Jika skenario itu benar-benar terwujud, sebagian suporter Inter Milan mungkin akan menganggapnya sebagai bentuk pengkhianatan. Namun bagi Mourinho, sepakbola elit selalu menuntut fokus total pada kemenangan.
"Situasi ini bagus untuk tim karena kami tidak punya fokus lain selain meraih kemenangan."
Masa depan Mourinho di Serie A kembali menjadi bahan spekulasi panas. Juventus bisa saja menjadi bab berikutnya dalam perjalanan panjang The Special One di sepakbola Italia.










