Januari Penuh Tanda Tanya untuk Manchester City, Kalah dari MU dan Bodo/Glimt Jadi Alarm
Rabu, 21 Januari 2026 | 16:07
Penulis: Arif S

Sumber: Antaranews/ManCity.com
Manchester City sedang berada dalam fase tidak biasa. Tim yang selama beberapa musim terakhir identik dengan dominasi dan konsistensi kini justru menunjukkan inkonistensi di Januari 2026. Usai tumbang di Derby Manchester dari Manchester United, pasukan Pep Guardiola kalah dari Bodo/Glimt di Liga Champions.
Pada akhir pekan lalu, Manchester City gagal membendung kegigihan tuan rumah Manchester United dalam lanjutan Premier League. Bermain di Old Trafford, The Citizens kalah 0-2 pada laga tensi tinggi, dengan beberapa peluang City dikandaskan keputusan VAR dan mistar gawang.
Belum sempat sepenuhnya bangkit dari kekalahan derby, City kembali terpeleset hanya dalam hitungan hari. Pada Matchday 7 Liga Champions, Rabu 21 Januari 2026) dini hari WIB, mereka takluk 1-3 di markas Bodo/Glimt.
BACA JUGA
Pep Guardiola Fokus Lawan West Ham di Liga Inggris, Bukan Defisit 0-3 dari Real Madrid
Terima Kasih Arsenal! Liga Inggris Kembali Punya 5 Wakil di Liga Champions
Manchester City Tekuk Newcastle, Arsenal Makin Terancam
Kekalahan ini terasa mengejutkan karena City sejatinya datang dengan status unggulan. Sementara Bodo/Glimt sebelumnya belum sekalipun meraih kemenangan di Liga Champions musim ini. Mereka hanya mengoleksi tiga hasil seri dan tiga kekalahan. Namun di hadapan publik Norwegia, tuan rumah tampil efektif dan klinis.
Bodo/Glimt menyudahi laga sebagai pemenang dengan skor 3-1. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama mereka di Liga Champions musim ini. Mereka naik ke peringkat 27 klasemen dengan enam poin, sekaligus membuka peluang bersaing menuju zona playoff.
Sebaliknya, Manchester City harus menerima kenyataan pahit. Kekalahan di Norwegia membuat Erling Haaland dan kawan-kawan berada di posisi ketujuh klasemen Liga Champions.
Kehilangan poin ini menempatkan City dalam risiko terlempar dari delapan besar, zona yang menjamin tiket langsung ke fase gugur tanpa melalui playoff.
Jika ditarik lebih jauh, performa melawan Bodo/Glimt bukan anomali. Januari menjadi bulan penuh inkonsistensi bagi City. Dari tujuh pertandingan di semua kompetisi, The Citizens hanya meraih dua kemenangan, masing-masing di ajang Piala FA dan Carabao Cup.
Sebelum dua kemenangan tersebut, City justru terjebak dalam tiga hasil imbang beruntun di Liga Inggris setelah pergantian tahun. Hasil-hasil itu menggerus momentum mereka dalam perburuan gelar domestik.
Rangkaian hasil di bulan Januari 2026 memperlihatkan grafik performa City yang naik-turun. City bermain imbang dengan Sunderland, Chelsea dan Brighton, pesta gol atas Exeter di Piala FA, kemenangan tandang atas Newcastle di Carabao Cup dan dua kekalahan beruntun dari Manchester United dan Bodo/Glimt.
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar, ada apa dengan Manchester City di Januari? Jadwal padat, rotasi pemain, hingga efektivitas di momen krusial menjadi sorotan, terutama ketika City dituntut tampil stabil di Liga Inggris dan Liga Champions secara bersamaan.
Pep Guardiola menghadapi ujian berat untuk mengembalikan konsistensi timnya. Jika tidak segera menemukan solusi, Januari bisa menjadi bulan yang menentukan arah musim Manchester City, baik di Inggris maupun di Eropa.***










