ID EN

Terima Kasih Arsenal! Liga Inggris Kembali Punya 5 Wakil di Liga Champions

Kamis, 9 April 2026 | 16:30

Penulis: Arif S

Logo Liga Inggris
Jadwal Liga Inggris.
Sumber: Antara

Dominasi Klub Liga Inggris di pentas Eropa kembali berbuah manis. Liga Inggris dipastikan mengirim lima wakil ke Liga Champions UEFA musim 2026/27, sebuah pencapaian yang menegaskan konsistensi mereka di level tertinggi.

Kepastian ini setelah Inggris mengunci posisi dua besar dalam peringkat koefisien UEFA musim ini. 

Dengan status tersebut, Liga Inggris berhak atas satu tiket tambahan melalui skema European Performance Spot atau jatah khusus bagi liga dengan performa terbaik di kompetisi Eropa.

Penentu momen krusial itu adalah kemenangan 1-0 Arsenal atas Sporting CP pada leg pertama Perempat Final, 8 April 2026. 

Kemenangan itu sudah cukup memberikan tambahan poin koefisien untuk mengamankan posisi Inggris dari kejaran rival.

UEFA mencatat kontribusi poin tidak hanya datang dari Liga Champions, tetapi juga kiprah klub Inggris di Liga Europa dan Liga Konferensi.

Dengan tambahan poin itu, Inggris sudah tidak terkejar dalam klasemen tahunan UEFA. 

Hanya Spanyol yang secara matematis masih memiliki peluang, namun secara realistis sulit mengejar selisih yang telah tercipta.

Musim depan akan menjadi kali kedua secara beruntun Liga Inggris mengirim lima wakil ke Liga Champions.

Bagaimana Sistem Ini Bekerja?

UEFA memperkenalkan sistem European Performance Spot sebagai bentuk apresiasi kepada liga dengan performa terbaik dalam satu musim kompetisi Eropa. 

Sistem ini berbasis pada akumulasi poin koefisien yang dihitung dari beberapa komponen.

Setiap kemenangan dalam pertandingan Eropa bernilai dua poin, sementara Hasil Imbang memberikan satu poin. Bahkan jika laga berlanjut ke babak tambahan waktu, hasil akhir setelah 120 menit tetap menjadi acuan utama.

Selain itu, klub juga mendapatkan poin bonus setiap kali melaju ke babak berikutnya, terutama di Liga Champions memiliki bobot lebih tinggi dibanding kompetisi lain.

Semua poin tersebut kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah klub dari liga yang berpartisipasi sejak awal musim, menghasilkan rata-rata koefisien liga.

Sistem ini menuntut konsistensi kolektif, bukan hanya keberhasilan satu atau dua klub. Dalam hal ini, Liga Inggris menunjukkan kedalaman kualitas di Eropa.

Dengan lima tiket di tangan, persaingan domestik Inggris musim ini dipastikan semakin panas hingga akhir.