ID EN

Chris Gotterup: Pegolf 26 Tahun yang Jadi Wajah Baru PGA Tour

Selasa, 20 Januari 2026 | 17:00

Penulis: Arif S

Bola Golf
Ilustrasi - Rasmus Neergaard-Petersen juara di Australian Open.
Sumber: Envato

Turnamen PGA Tour pertama dalam setahun kerap luput dari perhatian. Seorang pegolf muda menang di Hawaii, cuaca cerah, dan lapangan yang tidak terlalu mencolok. Sekilas, tak ada yang istimewa. Namun jika dilihat lebih dekat, ceritanya jauh lebih besar.

Chris Gotterup, 26 tahun, adalah gambaran pegolf profesional era sekarang. Perjalanannya mencerminkan bagaimana PGA Tour berubah dalam beberapa tahun terakhir dan bagaimana pemain muda harus beradaptasi untuk bertahan dan sukses.

Gotterup beralih ke profesional pada 2022. Ia memanfaatkan jalur sponsor exemption, seperti yang dilakukan banyak pemain muda berbakat. Keputusan itu diambil saat LIV Golf mulai hadir dan PGA Tour mulai membuka lebih banyak jalan bagi talenta baru.

Beberapa rivalnya di level perguruan tinggi memilih pindah ke LIV Golf. Gotterup tetap memilih jalur tradisional. Performanya di golf kampus membawanya ke Korn Ferry Tour lewat sistem PGA Tour University, yang memang dirancang sebagai pintu masuk ke PGA Tour.

Namun setelah lulus dari Korn Ferry Tour, persaingan justru semakin ketat. PGA Tour memperkenalkan Signature Events dengan jumlah peserta terbatas. Akibatnya, banyak pemain baru, bahkan yang sudah resmi menjadi anggota PGA Tour kesulitan masuk turnamen.

Pada pekan Sony Open 2024, Gotterup bahkan hanya datang ke Hawaii untuk mengikuti orientasi pemain. Ia menghabiskan delapan jam di ruang konferensi, tanpa sempat bertanding sama sekali. Ia menyebut dirinya sebagai “salah satu dari mereka” yang terjebak dalam situasi itu.

Sebagai pemain baru, Gotterup mengambil semua kesempatan yang ada. Ia bermain di setiap turnamen yang bisa diikuti. Kesempatan itu berbuah manis di Myrtle Beach Classic 2024, sebuah turnamen opposite field, yang ia menangi dengan selisih enam pukulan.

Kemenangannya mungkin tidak banyak disorot. Tapi itulah fase awal karier.

Perjalanan itu akhirnya mencapai titik penting di Sony Open 2026. Tiga tahun berturut-turut, kisah Gotterup di turnamen ini berubah drastis.

Sony Open 2024: Tidak bermain, hanya ikut orientasi

Sony Open 2025: Gagal lolos cut

Sony Open 2026: Juara

Kemenangan ini membuat Gotterup mencatat tiga gelar PGA Tour dalam kurang dari 70 start, sejajar dengan nama-nama besar seperti Tom Kim, Viktor Hovland, Collin Morikawa, Jon Rahm, dan Xander Schauffele.

Dalam sesi wawancara, Gotterup juga menunjukkan pola pikir khas pegolf modern. Ia mengakui program pensiun PGA Tour langsung terlintas di kepalanya setelah kemenangan ketiga itu, tanda betapa pentingnya stabilitas jangka panjang bagi pemain Tour.

Gotterup menjelaskan sepanjang offseason, ia fokus memperbaiki kelemahan statistiknya, terutama pukulan dari jarak 100-150 yard dan putt jarak menengah. Di Sony Open kali ini, ia merasa semua kerja keras itu terbayar.

Saat ditanya tentang masa depan Sony Open yang belum pasti di kalender Tour, Gotterup menyadari PGA Tour akan terus berubah. Namun ia memilih tidak terlalu memikirkan hal-hal di luar kendalinya. 

Baginya, yang terpenting adalah bermain sebaik mungkin. Ia percaya, pegolf yang mampu memukul bola lurus dan konsisten akan selalu punya tempat di PGA Tour.

Kini Gotterup berada di peringkat 17 dunia dan mulai dibicarakan sebagai kandidat Presidents Cup. 

Meski perhatian publik saat itu lebih tertuju ke playoff NFL, Gotterup tahu kesempatannya akan datang. Dengan kualifikasi ke semua turnamen besar sisa musim, ia akan tampil di panggung utama.

Ia juga mulai muncul di TGL, liga simulator milik PGA Tour, menggantikan Justin Thomas yang Cedera. Aksi-aksinya di sana ikut memperkenalkan namanya ke audiens lebih luas.(golf.com)